Malam Puncak Qini Nasional 159 Menemukan Hakikat Hidup, Ibadah, dan Jalan Menuju Allah
KOMINFO IDRISIYYAH • 01 Juni 2025
Qini Nasional 159 | Sabtu, 31 Mei 2025, Pesantren Idrisiyyah — Ribuan jamaah memadati pelataran Masjid Jami Al-Fattah dalam malam puncak Qini Nasional ke-159. Lebih dari 3.000 hadirin hadir untuk menyimak langsung tausiyah penuh makna dari Syekh Akbar Muhammad Fathurahman, M.Ag., serta menyatu dalam lantunan dzikir dan doa bersama.
Bupati Tasikmalaya terpilih, H. Cecep Nurul Yakin yang turut hadir malam itu menyampaikan apresiasi yang mendalam. Dalam sambutannya, ia berkata, “Kontribusi Pondok Pesantren Idrisiyyah begitu besar dan tak ternilai. Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menghaturkan jazakumullah ahsanal jaza atas peran besar Tarekat Idrisiyyah dalam menghidupkan suasana keagamaan.”
Tiga Hakikat dalam Cahaya Ma’rifah
Dalam tausiyahnya, Syekh Akbar membawakan kutipan mendalam dari kitab Mausu'ah Yusufiyah fi Bayani Adillati Sufiyyah, membimbing para hadirin untuk merenungi tiga tingkatan hakikat yang menjadi fondasi kehidupan ruhani seorang murid:
Haqoikul Uluhiyah – Hakikat Ketuhanan. Banyak orang mengenal Allah hanya sebagai lafaz atau tulisan. Padahal, hakikat Allah seharusnya dirasakan dengan qalbu. "Orang beriman itu hatinya bergetar ketika mendengar nama Allah," ungkap Syekh Akbar. Ini bukan sekadar pengakuan lisan, melainkan kehadiran ilahi dalam batin seorang hamba.
Haqoikul Akwan – Hakikat Kehidupan dan Alam Semesta. Dunia adalah tempat ujian dan fitnah. Tanpa memahami hakikat dunia, manusia akan tertipu oleh kesenangan semu. Jabatan, harta, bahkan musibah — semua adalah ujian. “Kalau diberi jabatan, maka itu amanah. Kalau diberi musibah, maka itu ladang kesabaran,” jelas beliau.
Haqoikul Ubudiyah – Hakikat Ibadah. Ibadah bukan hanya urusan fikih, tetapi tentang kehadiran hati. Syekh Akbar menegaskan, "Shalat yang hanya syariat bisa berdampingan dengan korupsi. Tapi shalat yang menemukan hakikat akan mencegah dari perbuatan keji dan munkar."
Tausiyah ini menjadi cahaya yang membuka pandangan ruhani, memperlihatkan bahwa agama bukan sekadar aturan zahir, tetapi jembatan menuju kedekatan hakiki dengan Allah SWT.Setelah Kajian yang disampaikan Syekh Akbar Muhammad Fathurahman kegiatan dilanjutkan dengan kegiatan Lelang Wakaf terintegrasi yang dipandu oleh Agnia Care, para jamaah yang sudah hidup keyakinannya kepada Akhirat tidak ragu dan tidak segan menitipkan hartanya untuk wakaf menjadi area pendidikan di Pesantren Idrisiyyah.
Dzikir dan doa bersama menjadi penutup yang menggetarkan jiwa. Suara ribuan jamaah yang melafazkan asma Allah menggema, seakan menjalin ikatan langit dan bumi. Dalam suasana penuh haru, malam puncak Qini ini menjelma menjadi malam perenungan, penyadaran dan penyatuan.
Malam itu bukan sekadar rangkaian agenda. Ia adalah titik balik, ajakan untuk kembali memahami arah ibadah, hakikat kehidupan dan keagungan Tuhan. Bagi mereka yang hadir, Qini Nasional ke-159 menjadi pengingat bahwa hidup ini bukan tentang banyaknya langkah, tetapi ke mana kaki ini menuju.