Kitab Tasawuf Lil Hayah Telah Sampai ke Pengurus Pusat JATMAN, Ulama Besar NU dan Pengurus MUI
KOMINFO IDRISIYYAH • 08 Juli 2025
Tarekat Idrisiyyah | Purworejo, 7 Juli 2025 — Dalam rangkaian Pelantikan dan Rakernas I Idarah ‘Aliyyah JATMAN masa khidmat 2025–2030 yang berlangsung di Pondok Pesantren An-Nawawi, Berjan, Purworejo, kitab monumental karya Syekh Akbar Muhammad Fathurrahman, M.Ag., berjudul Tasawuf Lil Hayah diserahkan kepada para tokoh ulama tarekat, pengurus pusat JATMAN dan ulama besar NU.
Penyerahan ini dilakukan oleh Ustadz Asep Deni, M.Pd., selaku Mudir Majelis Ketarekatan (MK) Tarekat Idrisiyyah, sebagai bentuk kontribusi intelektual dari Syekh Akbar kepada khazanah tasawuf di Nusantara dan dunia Islam.
Tokoh-Tokoh yang Menerima Kitab
Kitab diserahkan secara langsung kepada tokoh penting berikut:
1. Syekh Sidi Rohimuddin Nawawi Al-Bantany – Ketua Robithah Masyayikh Sufiyah Nusantara
2. KH. Abdul Hadi Mutohhar – Mursyid TQN Mranggen, Demak
3. KH. Achmad Chalwani – Ro’is ‘Ali JATMAN & Mursyid TQN Purworejo
4. Prof. Dr. KH. Ali Masykur Musa, M.Si., M.Hum. – Mudir ‘Ali JATMAN
5. Prof. Dr. Ajid Tohir – Guru Besar UIN Sunan Gunung Djati Bandung
6. Dr. KH. Abdul Wasi – Tokoh tarekat asal Madura
7. Dr. KH. Ali M. Abdillah – Sekretaris Umum JATMAN, Pengurus PBNU dan MUI Pusat
8. Ustadz Muhammad Afif Yahya – Pengurus Robithah Masyayikh Sufiyah Nusantara & Perwakilan thariqah dari Malaysia
9. KH. Endang Syamsudin – Mudir Idarah Wustho JATMAN Jawa Barat
Apresiasi Ulama dan Tokoh Tarekat
Kitab Tasawuf Lil Hayah mendapatkan sambutan luar biasa dari para ulama dan mursyid yang hadir. Salah satu pernyataan yang menggugah datang dari Syekh Sidi Rohimuddin Nawawi Al-Bantany, yang menyampaikan:
“Kitab ini ditulis oleh sosok yang bersih hatinya dan memahami tasawuf dengan sangat dalam. Tasawuf Lil Hayah bukan sekadar teori, tapi adalah tasawuf untuk kehidupan.”
Sementara itu, Ustadz Muhammad Afif Yahya, perwakilan tarekat dari Malaysia, menulis dalam pernyataan publiknya:
“Kitab ini bukan sahaja menyusun semula kefahaman tasawuf dengan gaya bahasa yang mudah difahami, bahkan membawa ruh ilmu yang mendalam untuk membimbing pencinta jalan ruhani menuju Allah.”
Beliau juga menyebut bahwa kitab setebal hampir 1000 halaman ini mengangkat lebih dari 100 istilah penting dalam dunia tasawuf, dengan pendekatan yang kontekstual dan tetap berpijak pada prinsip syariat dan Ahlus Sunnah wal Jamaah.
Simak juga berita lainnya tentang "Dari Layar ke Hati, Respon Jamaah JATMAN Saat Bertemu Syekh Akbar" pada link berikut » Tarekat Idrisiyyah - Artikel Kajian
Kitab ini menjadi bukti bahwa tasawuf bukan hanya warisan masa lalu, tapi juga jawaban atas tantangan zaman. Tarekat Idrisiyyah, melalui karya Syekh Akbar, ingin memperkuat pendekatan tasawuf yang profesional, inklusif, dan berdampak nyata bagi umat.
Penyerahan Tasawuf Lil Hayah dalam forum nasional JATMAN bukan hanya simbol ukhuwah tarekat, melainkan juga penegasan peran tarekat dalam membimbing umat dengan ilmu, adab dan akhlak. Semoga kitab ini menjadi cahaya penerang, penguat sanad ilmu dan inspirasi dakwah ruhani yang berkelanjutan.