Pendiri Rabithah Masyaikh, Syekh Akbar Muhammad Fathurahman Siap Bicara Tasawuf Shohih di Kota Sufi 3.0
KOMINFO IDRISIYYAH • 24 Juli 2025
TAREKAT IDRISIYYAH | Tasikmalaya, Juli 2025 - Mursyid Tarekat Idrisiyyah, Syekh Akbar Muhammad Fathurahman, M.Ag., dijadwalkan akan menjadi salah satu pembicara utama dalam gelaran Kota Sufi Se-Nusantara 3.0 yang akan diselenggarakan pada 21–24 Agustus 2025 di Sabah, Malaysia. Dalam forum Bicara Tasawuf, Syekh Akbar akan mengangkat tema penting bertajuk:
“Bagaimana Bertasawuf yang Shohih: Mursyid, Manhaj dan Murid”, yang akan disampaikan pada hari Sabtu, 23 Agustus 2025 pukul 10.10 pagi di Masjid Bandaraya Kota Kinabalu.
Keikutsertaan beliau tidak hanya sebagai pemateri, tetapi juga sebagai Pendiri dan Penasihat Rabithah Masyaikh Sufiyyah (RMS), dimana RMS adalah organisasi regional yang mewadahi para masyaikh tarekat dari Indonesia, Malaysia, Thailand dan negara-negara Asia Tenggara lainnya. Kehadiran Syekh Akbar mempertegas peran Idrisiyyah dalam peta gerakan tasawuf internasional, khususnya dalam upaya mengokohkan manhaj bertasawuf yang sahih di tengah tantangan modern.
Rabithah Masyaikh: Jejaring Ulama Tarekat Asia Tenggara
Rabithah Masyaikh Sufiyyah Nusantara resmi dideklarasikan dalam forum Liqa’ Mahabbah Sufi Se-Asia Tenggara di Pondok Pesantren Al-Rabbani, Gunung Putri, Bogor pada November 2024. Organisasi ini lahir dari semangat kolektif untuk meluruskan pemahaman tasawuf, memperkuat ukhuwah antar-masyaikh dan menjawab tantangan pemikiran di era digital.
Dalam struktur Rabithah:
Syekh Rohimuddin Al-Bantani ditunjuk sebagai Ketua,
Syekh Akbar Muhammad Fathurahman sebagai Penasihat dari Indonesia,
Prof. Abdul Manan (Malaysia) sebagai Penasihat Regional,
KH. M. Ali Abdillah dan Dr. Afif Yahya sebagai Sekretaris,
serta Dr. Syuhadak Mahmud, KH. Asep Deni dan KH. Abdul Latif al-Hafidz sebagai bendahara.
Dalam pidato penutupan Liqa’ Mahabbah Sufi, Syekh Akbar menyampaikan pesan tegas tentang pentingnya mursyid sebagai penjaga sanad dan keabsahan tarekat.
Beliau mengajak para masyaikh untuk tidak gentar terhadap kritik dan tetap menjadi teladan dalam akhlak dan ukhuwah. Dalam konteks itu, kehadiran beliau di Kota Sufi 3.0 dipandang bukan hanya sebagai pengisi acara, tetapi sebagai pembawa ruh dan arah ideologis gerakan tasawuf regional.
Kota Sufi 3.0 diselenggarakan oleh Kerajaan Negeri Sabah dan didukung oleh Rabithah Masyaikh Sufiyyah, Kota Sufi 3.0 mengangkat tema besar:
“Tasawuf Sejati: Manhaj Islah & Peradaban Insani.”
Acara ini akan berlangsung di dua lokasi utama: Masjid Bandaraya Kota Kinabalu dan Masjid Jamek Kundasang, serta dihadiri para ulama tarekat, akademisi Islam, pejabat mufti, dan tokoh masyarakat dari berbagai negara.
Simak juga berita lainnya tentang "Delegasi Kota Sufi 3.0 Silaturahmi ke Idrisiyyah untuk Mengundang Syekh Akbar Jadi Pembicara Sufi" pada link berikut » Tarekat Idrisiyyah - Artikel Kajian
Kota Sufi 3.0 juga akan menggelar Majlis Zikir, Forum Ulama, Santunan Rahmah, dan peluncuran buku panduan tarekat, yang menjadi bagian dari advokasi legal-formal terhadap eksistensi tasawuf di wilayah Nusantara.
Partisipasi Syekh Akbar dalam Kota Sufi 3.0 adalah kelanjutan dari konsistensi beliau membangun jembatan ruhani antara tarekat dan masyarakat.