Belitung Menyambut dengan Cinta, Syekh Akbar Berdakwah dengan Hati
KOMINFO IDRISIYYAH • 28 Juli 2025
TAREKAT IDRISIYYAH | Belitung 25-28 Juli 2025 - Pulau Belitung yang dikenal dengan keindahan alam dan keramahan masyarakatnya, menjadi saksi hadirnya cahaya dakwah yang menyejukkan. Selama empat hari, dari 25 hingga 28 Juli 2025, Mursyid Tarekat Idrisiyyah, Syekh Akbar Muhammad Fathurahman, melaksanakan Safari Dakwah ke berbagai titik di Kabupaten Belitung dan Belitung Timur
Kedatangan Syekh Akbar disambut hangat oleh Ketua Zawiyah Bangka, Bapak Sapar beserta jamaah Idrisiyyah dan masyarakat lokal. Kehangatan sambutan ini mencerminkan keterbukaan masyarakat Belitung terhadap dakwah ruhani yang lembut dan menyentuh kalbu.
Dalam setiap ceramahnya, Syekh Akbar tidak hanya menyampaikan ilmu, tetapi juga menghadirkan suasana batin yang mendalam. Dengan pendekatan tasawuf yang membumi, beliau mengajak jamaah untuk kembali mengenal Allah, menyucikan hati, dan berdzikir secara istiqamah. Di Masjid Al-Ihram, Tanjung Pandan, dalam kajian subuhnya (27/7), beliau menyampaikan:
“Dunia ini kehidupannya lebih menyihir daripada Harut dan Marut. Mereka bisa memisahkan suami-istri, tapi sihir dunia memisahkan hamba dari Tuhannya. Dunia membuat kita lupa sujud, lupa taat, bahkan tiba-tiba usia menua tanpa pernah mengenal Allah.”
Pesan ini menghujam, karena disampaikan dengan pengalaman ruhani dan kejujuran batin, bukan semata retorika. Gaya dakwah beliau terasa menenangkan, menjembatani antara akal dan hati.
Tabligh Akbar dihadiri oleh Wakil Bupati Belitung Timur
Safari Dakwah ini diisi dengan Tabligh Akbar di dua lokasi utama: Masjid Asy-Syura di Tanjung Pandan pada hari Jum'at (25/7) dan Masjid Agung Darussalam di Manggar, Belitung Timur pada Sabtu (26/7). Tabligh Akbar di Manggar kehadiran Syekh Akbar mendapat sambutan luar biasa. Wakil Bupati Belitung Timur turut hadir bersama jajaran pemerintahan, aparat TNI-Polri dan ratusan masyarakat umum. Masjid penuh sesak, menandakan bahwa dakwah yang jujur dan tulus masih dirindukan.
Satu hal yang lebih menggetarkan hati bahwa seluruh rangkaian Safari Dakwah ini dilakukan dengan dana pribadi Syekh Akbar, tanpa membebani tuan rumah atau panitia lokal. Sikap ini mengingatkan kita pada teladan Rasulullah SAW, yang di masa awal kenabiannya berdakwah menggunakan harta sendiri, bukan menanti fasilitas atau kemewahan.
Dalam suasana dunia yang semakin terobsesi pada materi, sikap ini menjadi pesan tersendiri bagaimana dakwah sejati lahir dari keikhlasan, bukan kepentingan.
Selama empat hari, Syekh Akbar hadir tidak hanya sebagai pendakwah, tetapi juga sebagai pembawa cinta dan pembangun kesadaran ruhani. Safari Dakwah ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan napak tilas ruhani yang menyentuh banyak lapisan masyarakat — dari tokoh agama, pejabat publik, pemuda, hingga warga biasa.
Masyarakat Belitung tak hanya menyambut dengan tangan terbuka, tapi juga dengan hati yang siap untuk berubah.