Renungan Tadabbur Alam dalam Safari Dakwah di Bumi Laskar Pelangi Pulau Belitung

KOMINFO IDRISIYYAH • 29 Juli 2025

Renungan Tadabbur Alam dalam Safari Dakwah di Bumi Laskar Pelangi Pulau Belitung

TAREKAT IDRISIYYAH | Belitung, Ahad, 27 Juli 2025 — Setelah menjalani rangkaian dakwah yang padat dan bermakna selama tiga hari sebelumnya, Syekh Akbar Muhammad Fathurahman bersama rombongan mengambil waktu sejenak untuk menyusuri keindahan ciptaan Allah dalam kegiatan tadabbur alam di kepulauan Belitung. Perjalanan ini bukanlah healing biasa, melainkan bagian dari rangkaian Safari Dakwah yang mempertemukan dzikir dan tafakur, hikmah dan kebersamaan, di tengah alam semesta yang menyimpan ayat-ayat keagungan-Nya.


Perjalanan diawali dari Pantai Tanjung Tinggi, yang dikenal luas sebagai ikon film Laskar Pelangi, lalu dilanjutkan dengan island hopping menuju Pulau Pasir, Pulau Batu Berlayar, Pulau Batu Garuda, Pulau Lengkuas, dan berakhir di Pulau Kepayang untuk istirahat dan makan siang bersama.


Tafakur di Tengah Laut, Dzikir Tanpa Kata


Sepanjang perjalanan, Syekh Akbar mengingatkan bahwa laut yang terbentang luas, langit yang jernih, dan batu-batu granit yang menjulang bukan sekadar panorama indah, melainkan tanda-tanda (ayat) dari Allah SWT yang bisa dibaca oleh hati yang hidup.


Di Pulau Lengkuas, peserta berhenti untuk mengambil gambar mercusuar tua peninggalan Belanda, namun lebih dari itu, mereka juga mengambil pelajaran: bahwa sebagaimana mercusuar menunjukkan arah di tengah laut gelap, seorang mursyid membimbing hati di tengah dunia yang membingungkan.


Simak juga berita lainnya tentang "Safari Dakwah Syekh Akbar Disambut Pemerintah Daerah Belitung, Wujudkan Kolaborasi Ulama dan Umara" pada link berikut » Tarekat Idrisiyyah - Artikel Kajian


Tadabbur alam ini bukan pelengkap dari dakwah, tetapi bagian dari dakwah itu sendiri. Setelah menyampaikan ilmu di mimbar, menyambung sanad dzikir, dan merangkul pemimpin daerah dalam silaturahmi, Syekh Akbar menutup rangkaian Safari Dakwah dengan menghadirkan dakwah yang sunyi — dakwah yang membiarkan hati masing-masing berbicara kepada Tuhannya.