Prosesi Talqin Dzikir Jamaah Baru di Tanjung Pandan Belitung

KOMINFO IDRISIYYAH • 29 Juli 2025

Prosesi Talqin Dzikir Jamaah Baru di Tanjung Pandan Belitung

TAREKAT IDRISIYYAH | Belitung, Senin, 28 Juli 2025 — Fajar masih basah ketika Mushola salah satu hotel di Tanjung Pandan menjadi tempat bersejarah bagi sekelompok hati yang dipilih. Selepas Subuh, Syekh Akbar Muhammad Fathurahman, Mursyid Tarekat Idrisiyyah, memimpin langsung prosesi talqin dzikir kepada sejumlah tokoh masyarakat dan jamaah yang meminta bimbingan ruhani untuk menyambung sanad dzikir.


Talqin bukan sekadar ajaran wirid. Ia adalah pewarisan cahaya dzikir yang bersambung sanadnya hingga Rasulullah SAW. Para peserta datang dari beragam latar belakang dimulai dari pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI), pejabat Kementerian Agama, mantan anggota legislatif, hingga tokoh-tokoh masjid. Mereka hadir dengan satu maksud memiliki hati yang tersambung kepada Allah melalui jalan yang tertib dan bersanad.


Sebelum memulai prosesi talqin, Syekh Akbar menyampaikan pengantar ruhani yang menyentuh inti ajaran tarekat. Beliau menjelaskan bahwa dalam Islam terdapat tiga jalan yaitu syariat, tarekat dan hakikat. Syariat adalah jalan zahir — fikih yang mengatur gerakan. Tarekat adalah jalan batin — pembinaan ruhani melalui dzikir dan mujahadah. Gabungan keduanya akan membuahkan hakikat yaitu rasa nikmat dalam ibadah dan kedekatan yang sejati kepada Allah SWT.


“Dalam kitab Kifāyatul Atqiyā’ yang disyarahi oleh Syekh Nawawi al-Bantani, dikatakan bahwa kita Wajib bersyariat, wajib bertarekat, agar bisa sampai pada hakikat. Jika kita hanya berhenti pada syariat, kita hanya memegang kulitnya agama — seperti orang yang hanya memegang kulit durian. Yang dicari bukan kulitnya, tapi dagingnya.” ujar beliau dalam pengantar penuh hikmah.


Syekh Akbar juga menekankan bahwa hati adalah pusat dari segala penilaian Allah:


1. Tempat Allah melihat manusia (mahalu nazharillah)

2. Tempat turunnya cahaya (mahalul anwar)

3. Tempat iman dan keyakinan tumbuh (mahalul iman wal yaqin)


Karenanya, pembinaan hati melalui dzikir bukan sekadar ibadah tambahan, tetapi inti dari perjalanan menuju Allah.


Amalan Harian Seorang Salik

Bagi mereka yang telah ditalqinkan, Syekh Akbar menyampaikan bahwa wirid harian menjadi bagian tak terpisahkan dari suluk. Setiap murid Tarekat Idrisiyyah dianjurkan mengamalkan:


1. Membaca Al-Qur’an 1 juz

2. Sholawat Nabi sebanyak 100 kali

3. Istighfar 100 kali

4. Tahlil Makhsus 300 kali

5. Dzikir "Yaa Hayyu Yaa Qayyum" sebanyak 1000 kali


Amalan-amalan ini adalah alat untuk menyucikan hati, menundukkan nafsu dan meneguhkan niat menuju Allah.


Simak juga berita lainnya tentang "Renungan Tadabbur Alam dalam Safari Dakwah di Bumi Laskar Pelangi Pulau Belitung" pada link berikut » Tarekat Idrisiyyah - Artikel Kajian


Dakwah yang Menjadi Awal Perjalanan


Prosesi talqin ini menjadi puncak sekaligus awal — bukan akhir — dari Safari Dakwah di Belitung. Bukan hanya jejak ceramah yang ditinggalkan, tapi sanad dzikir yang tertanam di hati-hati baru, yang siap menghidupkan dzikir di masjid-masjid mereka, dalam keluarga mereka dan di tengah masyarakat luas.


Semoga dengan ini, cahaya dzikir terus menyebar di Bumi Laskar Pelangi. Dan semoga Belitung menjadi salah satu titik bercahaya dalam jaringan ruhani Idrisiyyah yang tersebar di seluruh Nusantara.