Dari Tanah Rencong ke Tanah Pasundan, Jamaah Aceh Hadiri Malam Muhasabah 3.0

KOMINFO IDRISIYYAH • 04 Agustus 2025

Dari Tanah Rencong ke Tanah Pasundan, Jamaah Aceh Hadiri Malam Muhasabah 3.0

TAREKAT IDRISIYYAH | Lembang, 2-3 Agustus 2025 — Jarak ribuan kilometer tidak menghalangi langkah jamaah dari Aceh untuk turut serta dalam kegiatan Malam Muhasabah Muharram 3.0 yang digelar di Natural Hill, Lembang, pada 2–3 Agustus 2025. Kehadiran mereka menjadi bukti cinta yang dalam terhadap guru mursyid dan kerinduan akan kebersamaan dalam satu majelis dzikir.


Perjalanan Panjang Penuh Semangat


Rombongan jamaah dari Aceh berangkat lebih awal dibanding peserta lain. Dengan semangat yang tinggi, mereka menempuh perjalanan jauh dari ujung barat Sumatera menuju dataran tinggi Lembang untuk mengikuti Malam Muhasabah Muharram, kedatangan jamaah Aceh ini yaitu Bapak Iskandar di konfirmasi oleh panitia adalah kedatangan yang kedua setelah sebelumnya pernah datang juga di acara Malam Muhasabah Muharram 2.0 di Subang.


Kehadiran jamaah asal aceh ini tak hanya disambut oleh panitia dan jamaah lain, tetapi juga secara khusus diapresiasi oleh Syekh Akbar Muhammad Fathurahman, M.Ag. Dalam pengajian malam hari, beliau menyampaikan pesan yang menggugah hati:


“Kaki kita akan dihisab. Alhamdulillah, yang jauh dari mana hadir? Aceh, Banten, dan lainnya maka kaki kita melangkah menuju panggilan guru di sini.”


Beliau menekankan bahwa semua nikmat yang Allah berikan, baik yang tampak maupun tersembunyi, akan dimintai pertanggungjawaban kelak. Namun Syekh Akbar menaruh harapan besar kepada jamaah yang hadir:


“Mudah-mudahan hisab kita dipermudah. Tapi Bapak gak mau itu. Bapak maunya kita semua masuk surga bighoiri hisab, tanpa dihisab.”


Simak juga berita lainnya tentang "Lebih dari 1.400 Jamaah Hadiri Malam Muhasabah Muharram 3.0 di Natural Hill" pada link berikut » Tarekat Idrisiyyah - Artikel Kajian


Pesan ini disampaikan di hadapan lebih dari 1.400 peserta yang hadir, dalam suasana hening dan penuh perenungan.


Kehadiran jamaah Aceh menjadi inspirasi tersendiri bagi peserta lain. Di tengah keterbatasan dan jarak yang jauh, mereka tetap hadir dengan semangat yang utuh. Bagi sebagian peserta, hal ini menjadi pengingat bahwa dalam perjuangan menuju Allah, tidak ada kata jauh jika hati sudah terpaut.