Kisah Pertemuan Syekh Akbar dan Pemilik RS Ridhoka Salma, Dari Kajian MUI hingga Talqin Dzikir di Idrisiyyah
KOMINFO IDRISIYYAH • 15 Agustus 2025
Tarekat Idrisiyyah | Tasikmalaya, 14 Agustus 2025 — Pertemuan antara Syekh Akbar Muhammad Fathurrahman, M.Ag., Mursyid Tarekat Idrisiyyah dan Hj. Roziana Ghani, Direktur Utama Rumah Sakit Ridhoka Salma, berawal dari sebuah kajian ilmiah di Kabupaten Bekasi.
Momen itu terjadi saat Syekh Akbar menjadi narasumber pada Studium General Pendidikan Kader Ulama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bekasi. Seusai acara, Ibu Ghani berkenalan dan bertukar kontak dengan Bunda (istri Syekh Akbar). Hubungan ini kemudian berlanjut ketika putra pertama Ibu Ghani, M. Ilham Rosyan, mengungkapkan keinginannya untuk memperdalam agama secara intensif.
Atas saran sang ibu, Ilham pun berangkat ke Pesantren Idrisiyyah, Tasikmalaya dan belajar selama sepuluh hari. Di hari terakhir setelah belajar di Pesantren idrisiyyah maka Ilham bersama sang istri memantapkan hati untuk mengambil talqin dzikir Tarekat Idrisiyyah — sebuah amalan ruhani yang menjadi pintu masuk bagi para salik untuk tersambung dalam mata rantai spiritual hingga Rasulullah SAW.
Kunjungan Balasan Syekh Akbar ke RS Ridhoka Salma
Hubungan ini semakin erat ketika pada 9 Agustus 2025, setelah mengisi kajian Cikarang Mengaji, Syekh Akbar berkesempatan mengunjungi Rumah Sakit Ridhoka Salma di Cikarang Barat. Di sana, beliau melihat langsung fasilitas dan suasana rumah sakit syariah yang dibangun dengan dedikasi dan visi islami.
Kagum dengan perjuangan dan prinsip pelayanan Ibu Ghani yang tidak pernah menolak pasien, Syekh Akbar berharap pengalaman tersebut dapat menjadi inspirasi untuk pengembangan Idrisiyyah Medical Center.
Pertemuan Penuh Makna di Pesantren Idrisiyyah
Beberapa hari kemudian, tepat pada Kamis malam, 14 Agustus 2025, Ibu Ghani datang ke Pesantren Idrisiyyah mengikuti Majelis Dzikir Makhsus. Seusai dzikir, ia diterima langsung oleh Syekh Akbar dan beberapa pengurus Tarekat Idrisiyyah di kediaman beliau dan menyatakan niat menjadi murid tarekat.
Dalam pertemuan hangat itu, Syekh Akbar menyampaikan sebuah pesan ruhani yang mendalam:
“Hidayah Allah itu ke hati. Hati yang tertutup tidak akan menerima, tapi jika terbuka maka akan menerima. Hati yang satu frekuensi pasti akan bersatu dan terhubung atas izin Allah. Sebagaimana niat Ibu untuk datang ke pesantren pasti karena hati sudah satu frekuensi untuk mendekat kepada Allah.”
Simak juga berita lainnya pada link berikut » Saat Hati Bertemu Guru, Kisah Ibu Ghani Menjadi Murid Tarekat Idrisiyyah - Tarekat Idrisiyyah
Pertemuan ini bukan hanya mempererat hubungan personal, tetapi juga membuka peluang sinergi antara pelayanan kesehatan islami dan pembinaan spiritual. Dengan semangat yang sama, Syekh Akbar dan Ibu Ghani berharap dapat mewujudkan fasilitas kesehatan yang menyehatkan jasmani sekaligus menyuburkan jiwa.