Mursyid Tarekat Idrisiyyah Warnai Kota Sufi 3.0 di Sabah, Teguhkan Tasawuf untuk Nusantara

KOMINFO IDRISIYYAH • 25 Agustus 2025

Mursyid Tarekat Idrisiyyah Warnai Kota Sufi 3.0 di Sabah, Teguhkan Tasawuf untuk Nusantara

Tarekat Idrisiyyah | 22 - 24 Agustus, Sabah, Malaysia — Dengan penuh syukur ke hadirat Allah ﷻ, gelaran Kota Sufi Se-Nusantara 3.0 telah selesai dilaksanakan, sebuah majelis agung yang menyatukan hati para ulama, mursyid dan pecinta tasawuf dari berbagai penjuru negeri. Acara yang berlangsung pada 22–24 Agustus 2025 di Kota Kinabalu, Sabah ini dihadiri oleh Syekh Akbar Muhammad Fathurahman, Mursyid Tarekat Idrisiyyah sekaligus Rois Idaroh Aliyah JATMAN, yang sejak Kota Sufi 1.0 telah istiqamah mewarnai forum ini.


Dalam majelis Bicara Sufi di Masjid Bandaraya Kota Kinabalu, Syekh Akbar bersama dua tokoh besar JATMAN, yakni Dr. KH Ali M. Abdillah dan Sidi Syekh Rohimuddin An Nawawi Al-Bantani, membicarakan tema “Tasawuf Membangun Peradaban Nusantara: Dahulu, Kini & Akan Datang – Integrasi Fiqh, Tauhid, dan Tasawuf yang Sahih: Mursyid, Manhaj & Murid”. Pesan utama yang beliau sampaikan adalah pentingnya kehadiran mursyid sejati yang mampu menuntun murid bukan hanya pada kesempurnaan ibadah, tetapi juga pada pencerahan hati demi terbangunnya peradaban umat yang damai.


Momentum ukhuwah semakin terasa ketika pada Sabtu siang 23 Agustus 2025 digelar Liqa’ Mahabbah Para Syeikh Sufi di Raia Hotel Kota Kinabalu. Lebih dari 100 ulama tasawuf dari Asia Tenggara, termasuk perwakilan dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Brunei, bahkan hingga Maroko dan Australia, berkumpul dalam satu halaqah mahabbah. Dalam kesempatan itu, Syekh Akbar turut menyampaikan nasihat tentang strategi dakwah sufistik, menegaskan bahwa jalan tasawuf adalah jalan islah (perbaikan) dan rahmah (kasih sayang) untuk umat manusia.


Sebagai penutup majelis penuh barakah tersebut, Syekh Akbar juga berkesempatan menyerahkan kitab Tasawuf Lilhayah dan Risalah Muhimmah kepada para perwakilan negara yang hadir. Penyerahan ini menjadi simbol ikhtiar melestarikan ajaran tasawuf yang murni, sekaligus menguatkan ikatan ukhuwah sufi lintas bangsa.


Simak juga berita lainnya pada link berikut » Tarekat Idrisiyyah - Liputan


Keterlibatan aktif para ulama JATMAN di Kota Sufi 3.0 meneguhkan kembali peran Indonesia dalam percaturan tasawuf internasional. Melalui kalam para mursyid, doa para ulama, dan mahabbah yang menyatu, majelis ini menjadi tanda bahwa jalan tasawuf adalah cahaya untuk menyatukan umat, membimbing hati dan membangun peradaban yang penuh dengan rahmat.