Idrisiyyah Tegaskan Komitmen Aksi Damai, Mahasantri Sampaikan Seruan Moral untuk Indonesia

KOMINFO IDRISIYYAH • 01 September 2025

Idrisiyyah Tegaskan Komitmen Aksi Damai, Mahasantri Sampaikan Seruan Moral untuk Indonesia

Tarekat Idrisiyyah | Tasikmalaya, 31 Agustus 2025 – Di tengah maraknya aksi demonstrasi di berbagai wilayah Indonesia yang sebagian berujung pada tindakan anarkis, Mahasantri Idrisiyyah menyampaikan seruan moral untuk mengedepankan adab, akhlak, dan kedamaian dalam perjuangan. Sikap ini lahir berdasarkan arahan dan bimbingan Mursyid Idrisiyyah, Syekh Akbar Muhammad Fathurahman, M.Ag., yang menekankan bahwa perjuangan umat tidak boleh lepas dari nilai spiritual dan kemanusiaan.



Dalam pernyataan sikap tersebut, mahasantri menegaskan bahwa aksi damai bukanlah kelemahan, melainkan wujud kecerdasan hati dan akal serta keberanian moral untuk menegakkan kebenaran tanpa menumpahkan darah. Mereka juga menolak segala bentuk provokasi yang dapat menodai tujuan perjuangan.


Lima Poin Sikap Mahasantri Idrisiyyah


1. Menyarakan kawan-kawan yang ada di garis terdepan perjuangan untuk meneguhkan komitmen dalam melaksanakan aksi secara damai, tanpa kekerasan, tanpa provokasi dan tetap berada dalam koridor hukum serta akhlak Islami.


2. Menjadikan aksi sebagai dakwah, bukan sekadar teriakan di jalanan, melainkan seruan moral untuk kebenaran, keadilan dan kemaslahatan bangsa.


3. Mengutamakan adab di atas segalanya, karena suara yang lahir dari hati yang damai akan lebih kuat daripada amarah yang membakar tanpa arah.


4. Berdiri bersama rakyat kecil dan kaum tertindas, sebab ruh perjuangan mahasantri adalah membela yang lemah, menyuarakan yang bisu dan menjadi cahaya di tengah gelapnya kezaliman.


5. Menolak segala bentuk kekerasan, baik dari aparat maupun dari massa, karena sejatinya kekuatan perjuangan ada pada ilmu, doa dan keteguhan prinsip.


Seruan ini menjadi pesan penting di tengah kondisi bangsa, ketika demonstrasi yang semula dimaksudkan untuk memperjuangkan hak rakyat justru tercoreng oleh tindakan anarkis dan provokasi. Mahasantri Idrisiyyah menegaskan bahwa jalan kekerasan hanya akan melahirkan luka baru, sementara jalan damai membuka ruang dialog, keadilan, dan kemaslahatan bersama.


Dengan demikian, Idrisiyyah ingin menampilkan wajah perjuangan yang beradab: menegakkan kebenaran tanpa mencederai, memperjuangkan keadilan tanpa merusak, serta membela rakyat kecil tanpa menebar kebencian. Inilah kontribusi mahasantri Idrisiyyah dalam menjaga harmoni bangsa di tengah gejolak zaman.