Malam Kedua Qini Nasional 160, Launching Aplikasi Suluk, Kajian Mursyid-Murid dan Sambutan Bupati Tasikmalaya
KOMINFO IDRISIYYAH • 20 September 2025
Qini Nasional 160 | Tasikmalaya, 19 September 2025 Tasikmalaya – Malam kedua Qini Nasional ke-160 Tarekat Idrisiyyah diwarnai dengan tiga agenda penting, yaitu peluncuran Aplikasi Suluk oleh Mudir Majelis Ketarekatan Idrisiyyah Ustadz Asep Deni, M.Pd., kajian tasawuf oleh Syekh Akbar Muhammad Fathurahman, M.Ag., serta sambutan khusus dari Bupati Tasikmalaya, H. Cecep Nurul Yaqin, yang hadir langsung di tengah jamaah.
Peluncuran Aplikasi Suluk
Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Asep Deni, M.Pd. menjelaskan latar belakang lahirnya Aplikasi Suluk. Menurutnya, gagasan ini berangkat dari perhatian Syekh Akbar terhadap tanggung jawab besar dalam membimbing dan mendidik murid-murid tarekat, bahkan umat Islam secara umum.
“Syekh melihat bahwa hari ini separuh kehidupan kita berada di dunia maya, di dalam genggaman gadget. Karena itu, beliau menggagas sebuah ruang baru untuk memonitor aktivitas ibadah harian murid, dari wirid hingga muhasabah. Aplikasi Suluk hadir untuk mencatat, mengevaluasi dan mengingatkan agar setiap murid senantiasa berada dalam bimbingan mursyid,” terang Ustadz Asep Deni.
Kajian Syekh Akbar: Mursyid dan Murid
Selanjutnya, Syekh Akbar dalam kajian malam kedua mengangkat tema hubungan mursyid dan murid. Beliau menegaskan bahwa relasi tersebut mencerminkan pola hubungan para nabi dengan para sahabatnya.
“Beragama tanpa mursyid sama artinya tidak mengikuti pola para nabi. Murid itu adalah orang yang memiliki iradah, keinginan untuk menuruti kehendak Allah, bukan hawa nafsu” jelas Beliau.
Syekh juga menekankan bahwa istilah murid memiliki makna luhur dibandingkan sekadar siswa atau peserta didik. Sebab, murid adalah insan yang menyerahkan seluruh kehendaknya kepada Allah demi mencapai derajat ridha-Nya.
Sambutan Bupati Tasikmalaya
Menjelang penutupan, Syekh Akbar memberi kesempatan kepada Bupati Tasikmalaya, H. Cecep Nurul Yaqin, untuk menyampaikan sambutan. Dengan penuh hormat, beliau menyampaikan rasa syukur dapat hadir di tengah jamaah Idrisiyyah setelah sebelumnya berhalangan karena agenda pemerintahan di Karawang.
Simak juga berita lainnya pada link berikut » Pesantren Idrisiyyah Resmi Launching Penerimaan Santri Baru Tahun Ajaran 2026/2027 - Tarekat Idrisiyyah
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan komitmennya untuk menata kehidupan religius di Kabupaten Tasikmalaya. “Sejak awal mengemban amanah sebagai bupati, saya berusaha membenahi manajemen masjid di lingkungan pemerintahan. Bahkan telah dikeluarkan instruksi bupati agar seluruh ASN, mulai tingkat kabupaten hingga desa, melaksanakan salat berjamaah di masjid,” ungkapnya.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya kesehatan lingkungan ibadah, pendidikan dan kerja, yang menurutnya banyak ia pelajari dari Idrisiyyah.