Pengajian Orang Tua Santri Satukan Hati Wali dan Pesantren dalam Qini Nasional 160

KOMINFO IDRISIYYAH • 21 September 2025

Pengajian Orang Tua Santri Satukan Hati Wali dan Pesantren dalam Qini Nasional 160

Qini Nasional 160 | Tasikmalaya, 20 September 2025 – Pesantren Idrisiyyah menyelenggarakan kegiatan Pengajian Orang Tua Santri (POS) di Masjid Al-Fattah sebagai bagian dari rangkaian Qini Nasional 160. Acara ini menjadi wadah silaturahmi dan kebersamaan antara wali santri dengan pihak pesantren, sekaligus memperkuat visi pendidikan Islami yang diemban bersama.


Kegiatan diawali dengan registrasi peserta, pembukaan oleh Ustadz Cecep Masykurrahman, S.Ag, pembacaan tawasul, serta lantunan ayat suci Al-Qur’an. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Ustadz Fahruroji, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menuturkan bahwa POS memiliki peran besar sebagai ruang silaturahmi, sarana komunikasi, dan media penyampaian informasi perkembangan santri. Beliau juga menambahkan bahwa POS akan menjadi agenda prioritas di setiap Qini Nasional, sehingga para orang tua dapat lebih mudah mendapatkan informasi sekaligus bersinergi dengan pesantren.


Setelah sambutan, para wali santri disuguhkan penampilan spesial dari santri putra-putri. Mereka menampilkan hasil pembelajaran dari berbagai kelas peminatan, mulai dari kajian kitab kuning, tahfidz Al-Qur’an, hingga peminatan bahasa.


Rangkaian acara dilanjutkan dengan sesi pengajian yang menghadirkan dua materi utama:

1. Pengajian Majelis Ketarekatan bersama Ustadz Asep Deni, M.Pd. Beliau membahas bagaimana menjadi orang tua yang baik dan siap menjalani perannya. Ustadz Asep menekankan bahwa pendidikan sejatinya dimulai dari rumah, di mana orang tua menjadi madrasah pertama bagi anak-anak. Dalam mendidik, orang tua juga perlu menyesuaikan metode dengan perkembangan zaman agar nilai-nilai agama dan akhlak tetap terjaga serta relevan dengan kehidupan anak masa kini.


2. Hypno Therapist dari Quantum Inspirasi, Bapak Herman Dody, MNLP., C.Ht. Dalam materinya, beliau menuturkan bahwa para orang tua telah mengambil keputusan yang tepat dengan mempercayakan pendidikan anak-anak di pesantren Idrisiyyah. Menurutnya, salah satu persoalan besar negara adalah akhlak, dan akhlak erat kaitannya dengan ihsan yang insyaAllah dapat terbentuk melalui bimbingan Syekh Akbar M. Fathurrahman M.Ag. Ia juga menekankan pentingnya komunikasi dalam mendidik: komunikasi yang tepat sasaran, menyentuh hati secara mendalam, bersifat hypnotic, nyaman, serta menyesuaikan kondisi lawan bicara. Dengan cara itu, pesan yang disampaikan akan lebih mudah diterima dan membekas.


Simak juga berita lainnya pada link berikut » Qini Nasional 160, Bupati Tasikmalaya Tegaskan Sinergi dengan Dakwah Idrisiyyah - Tarekat Idrisiyyah


Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para orang tua untuk semakin dekat dengan dunia pendidikan anak di pesantren. Dengan keterlibatan aktif wali santri, diharapkan tumbuh rasa kebersamaan, dukungan penuh, serta penguatan sinergi antara keluarga dan pesantren dalam membimbing generasi Islami.


Acara ditutup dengan doa bersama, yang menjadi penanda eratnya ikatan spiritual, edukatif, dan emosional antara wali santri, pesantren, serta seluruh jamaah yang hadir.