HMPS Tasawuf wa Thoriqotuhu Ma’had Aly Idrisiyyah Ikuti Sufi Festival 2025 di UIN Gusdur Pekalongan
KOMINFO IDRISIYYAH • 01 Oktober 2025
Pekalongan, 20–21 September 2025 — Himpunan Mahasantri Tasawuf wa Thoriqotuhu Ma’had Aly Idrisiyyah turut serta dalam rangkaian Sufi Festival 2025 yang diselenggarakan oleh HMPS Tasawuf dan Psikoterapi (TP) UIN K.H. Abdurrahman Wahid (Gusdur) Pekalongan. Kegiatan ini menghadirkan forum ilmiah, ruang kreativitas, serta ajang silaturahmi mahasiswa tasawuf dari berbagai perguruan tinggi.
Rangkaian acara diawali dengan Workshop Art Therapy bertajuk “Soulbrush: Ekspresi Jiwa dalam Goresan Warna” pada Sabtu (20/9). Workshop ini menghadirkan Annisa Mutohharoh, M.Psi., dosen Psikologi sekaligus Sekretaris Prodi Tasawuf dan Psikoterapi UIN Gusdur, sebagai pemateri utama, dengan moderator Maya Mukhazarah, mahasiswi Tasawuf dan Psikoterapi angkatan 2024.
“Setiap goresan warna adalah bahasa jiwa yang tak selalu bisa diucapkan kata,” ungkap Annisa Mutohharoh dalam pemaparannya.
Keesokan harinya, Ahad (21/9), acara berlanjut dengan Seminar Nasional Talkshow Praktisi Tasawuf bertema “Tasawuf Digital: Jalan Sunyi di Era Kebisingan.” Seminar ini menghadirkan empat narasumber lintas bidang, yakni:
1. Ir. H. Yudeska Putra, MSIE. (Praktisi Tasawuf, Yayasan Makrifatullah Sedunia)
2. Abdul Aziz, S.E. (Praktisi Tasawuf, Yayasan Makrifatullah Sedunia)
3. Prof. Dr. Imam Kanafi, M.Ag. (Guru Besar Tasawuf, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan)
4. Dr. Miftahul Ula, M.Ag. (Dosen Filsafat dan Tasawuf, sekaligus pelopor Prodi Tasawuf dan Psikoterapi UIN Gusdur).
Seminar dipandu oleh Dr. Moh. Nasrudin, M.Pd.I., dosen UIN Gusdur sekaligus peneliti pendidikan sufistik.
Selain menghadiri seminar dan workshop, kabar gembira datang dari ajang perlombaan. Salah satu anggota HMPS Tasawuf wa Thoriqotuhu Ma’had Aly Idrisiyyah berhasil meraih Juara 1 Lomba Fotografi Sufi Festival 2025 UIN Gusdur. Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa tasawuf tidak hanya unggul dalam kajian keilmuan, tetapi juga kreatif dalam seni visual yang bernafaskan sufistik.
“Acara ini bukan sekadar forum ilmiah, tapi juga ruang perjumpaan spiritual di tengah tantangan zaman. Kami belajar bahwa tasawuf bisa terus relevan, bahkan dalam era digital yang penuh kebisingan,” ungkap M. Faqih Ahlana, Ketua Umum HMPS Tasawuf wa Thoriqotuhu Ma’had Aly Idrisiyyah.
HMPS Tasawuf wa Thoriqotuhu menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada HMPS Tasawuf dan Psikoterapi UIN Gusdur Pekalongan atas terselenggaranya Sufi Festival 2025. Ucapan terima kasih juga ditujukan kepada Perguruan Tinggi Idrisiyyah yang senantiasa memberikan dukungan penuh terhadap perjuangan para mahasantri.
Melalui keikutsertaan ini, HMPS Tasawuf wa Thoriqotuhu berharap hubungan antarorganisasi mahasiswa tasawuf se-Nusantara semakin erat, serta terjalin kolaborasi nyata dalam merawat tradisi keilmuan dan spiritualitas yang membumi.