Syekh Akbar Sampaikan Dialog Tasawuf di Rumah Singgah, Ustadz dari Tembilahan Datang Khusus untuk Bertemu

KOMINFO IDRISIYYAH • 11 Oktober 2025

Syekh Akbar Sampaikan Dialog Tasawuf di Rumah Singgah, Ustadz dari Tembilahan Datang Khusus untuk Bertemu

Tarekat Idrisiyyah | Jambi, 9 Oktober 2025 — Dalam rangkaian Safari Dakwah di Provinsi Jambi, Syekh Akbar Muhammad Fathurahman, M.Ag menyapa muslim Jambi dan berdialog tentang tasawuf bersama sejumlah panitia dan jamaah di kediaman Ustadz M. Saidi, Kota Jambi. Kegiatan ini berlangsung pada pagi hari sebelum pelaksanaan Haul Akbar Sultanul Auliya Syekh Abdul Qadir Al-Jailani di Pondok Pesantren Isti’dadul Mu’allimien, Tanjung Jabung Barat.

 

Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kehangatan. Di antara yang hadir tampak Ustadz Ahmad Nasyani dari Tembilahan, Riau — seorang pencinta tasawuf yang menempuh perjalanan jauh hanya untuk dapat berjumpa langsung dan bersilaturahmi dengan Syekh Akbar. Dalam pertemuan itu, beliau tampak mengenakan peci hitam dan dengan rendah hati menyampaikan keinginannya untuk memperdalam pemahaman tentang jalan tasawuf yang lurus.

 

Syekh Akbar menyambut dengan penuh kasih dan menjelaskan inti ajaran tasawuf sebagai jalan penyucian hati dan pembentukan akhlak. Beliau menuturkan:

 

“Dalam tasawuf itu terbagi menjadi dua, yaitu makasib dan mawahib. Makasib adalah pembersihan hati — seperti takhalli dan tahalli, yaitu mendandani hati agar layak menerima cahaya Ilahi.”

 

Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa makasib adalah usaha seorang salik untuk memperbaiki diri melalui dzikir dan mujahadah, sedangkan mawahib adalah anugerah Allah yang hadir setelah hati menjadi bersih. Tasawuf, menurut Syekh Akbar, bukan hanya pengetahuan atau simbol spiritual, melainkan cara hidup yang membimbing seseorang untuk terus berada dalam kesadaran ilahiah.

 

Sebagai bentuk perhatian, Syekh Akbar memberikan kitab Tasawuf Lil Ḥayāh dan Hadiqotur Riyahin kepada Ustadz Ahmad Nasyani dan para jamaah yang hadir, sebagai panduan untuk memahami tasawuf yang ilmiah, moderat dan aplikatif dalam kehidupan sehari-hari.

 

Dialog di rumah singgah ini menjadi salah satu momen berkesan dalam Safari Dakwah Jambi, mempertemukan cinta murid dan bimbingan mursyid dalam suasana yang sederhana namun sarat makna. Dari perjumpaan tersebut, tampak bagaimana tasawuf Idrisiyyah hidup bukan hanya dalam teori, tetapi dalam kasih, adab, dan ketulusan pertemuan para pencari Tuhan.