Ribuan Jamaah Hadiri Haul Akbar Bersama Syekh Akbar di Jambi Meskipun Hujan Turun Lebat
KOMINFO IDRISIYYAH • 11 Oktober 2025
Tarekat Idrisiyyah | Jambi, 9 Oktober 2025 — Ribuan jamaah memadati Pondok Pesantren Isti’dadul Mu’allimien, Desa Parit Pudin, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, dalam pelaksanaan Haul Akbar Sulṭānul Auliyā Syekh Abdul Qadir Al-Jailani Qaddasallāhu Sirrahul ‘Azīz, yang dihadiri langsung oleh Syekh Akbar Muhammad Fathurahman, M.Ag, Mursyid Tarekat Idrisiyyah. Acara ini menjadi satu-satunya agenda utama dalam rangkaian Safari Dakwah Syekh Akbar di Provinsi Jambi.
Sejak pagi, sekitar 5.000 jamaah dari berbagai daerah di Jambi dan sekitarnya telah memadati halaman pesantren. Ketika Syekh Akbar tiba di lokasi acara, suasana majelis menjadi penuh haru dan semangat. Jamaah berdiri menyambut kedatangan beliau, banyak yang berusaha bersalaman dan mencium tangan sang mursyid sebagai bentuk cinta dan penghormatan.
Acara dimulai dengan pembacaan kalam ilahi dan manaqib Sulṭānul Auliyā, lalu dilanjutkan dengan tausiyah Syekh Akbar yang menyoroti makna dan ciri tarekat muktabarah dalam Islam. Dengan gaya penyampaian yang lembut namun tegas, beliau menuturkan:
“Tarekat itu adalah jalan hati kita, rohani kita menuju kepada siapa? Kepada Allah. Maka pentingnya tarekat karena ia adalah jalan ruhani yang menghubungkan hamba dengan Tuhannya.”
Syekh Akbar menjelaskan bahwa tarekat muktabarah adalah jalan spiritual yang bersumber dari Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah ﷺ, sebagaimana yang diwariskan oleh Sultanul Auliya Syekh Abdul Qadir Al-Jailani. Beliau menegaskan tiga ciri utama tarekat muktabarah:
1️⃣ Al-jam‘u bainas syarī‘ah wal ḥaqīqah — menyatukan antara syariat dan hakikat, ilmu fiqih dengan ilmu tasawuf.
2️⃣ Al-jam‘u bainal ‘ilmi wal ‘amali — menghubungkan antara ilmu dan amal, agar ilmu tidak berhenti pada teori tetapi terwujud dalam akhlak dan perbuatan.
3️⃣ Al-jam‘u bainad da‘wah wat tarbiyah — menggabungkan dakwah yang luas dengan pembinaan ruhani yang mendalam.
Beliau menekankan bahwa tarekat Qadiriyyah menjadi induk tarekat-tarekat muktabarah, karena mampu memadukan dakwah untuk masyarakat umum dengan tarbiyah rohaniyah bagi para murid yang suluk. “Inilah limpahan berkah yang besar,” ujar Syekh Akbar, “karena Allah menyatukan antara dakwah dan tarbiyah dalam satu nafas ruhani.”
Ketika ceramah berlangsung, hujan deras turun mengguyur lokasi majelis setelah sebelumnya cuaca sangat terik. Dengan senyum tenang, Syekh Akbar menyampaikan,
“Wah, tambah lebat ini hujan. Rezekinya tambah besar. Jangan gentar, ini rezeki dari Allah. Biar basah-basahan sampai ke batin kita.”
Simak juga berita lainnya pada link berikut » Syekh Akbar Sampaikan Dialog Tasawuf di Rumah Singgah, Ustadz dari Tembilahan Datang Khusus untuk Bertemu - Tarekat Idrisiyyah
Bagi jamaah, hujan tersebut menjadi tanda turunnya rahmat Allah di tengah majelis zikir dan ilmu. Meski hujan lebat, jamaah tetap bertahan di tempat dengan payung dan mantel seadanya, mendengarkan tausiyah hingga akhir dengan hati yang khusyuk dan gembira.
Pimpinan pesantren menyampaikan bahwa selama bertahun-tahun penyelenggaraan haul, baru kali ini hujan turun begitu deras di tengah acara. “Seolah Allah ingin menurunkan rahmat-Nya bersama turunnya hujan,” ujar salah seorang panitia dengan haru.
Syekh Akbar menutup tausiyah dengan doa bersama untuk umat, agar diberi kekuatan dalam menjaga syariat, menghidupkan hakikat, serta menempuh jalan tasawuf yang lurus dan penuh keberkahan.