Dari Perjuangan Menuju Pencerahan Ratusan Jamaah Riau Menerima Talqin Dzikir
KOMINFO IDRISIYYAH • 17 Oktober 2025
Tarekat Idrisiyyah | Tembilahan Riau, 16 Oktober 2025 - Pagi itu, suasana Tembilahan masih diselimuti embun lembut ketika rombongan kecil dari Desa Kuala Lahang bersiap berangkat. Tiga puluh dua orang jamaah dengan wajah penuh semangat menaiki speedboat, menempuh perjalanan panjang menyusuri Sungai Batang Kuantan. Mereka datang dengan satu niat yang sama — ingin memperoleh bimbingan dzikir dan menerima talqin langsung dari Syekh Akbar Muhammad Fathurahman, M.Ag.
Perjuangan Mendapatkan Talqin
Perjalanan mereka bukan sekadar perjalanan fisik. Ombak dan arus sungai seolah menjadi saksi keteguhan hati para jamaah yang rindu kepada Allah. Dengan bekal sederhana dan keyakinan yang kuat, mereka tiba di Tembilahan untuk mengikuti kegiatan haul di Pesantren Al-Baqiyatussa’adiyah serta melaksanakan talqin dzikir bersama mursyid Tarekat Idrisiyyah
Pagi hari sebelum acara para pengurus berupaya mencari tempat yang layak dan tenang untuk pelaksanaan talqin. Ketika Syekh Akbar berjalan santai di sekitar lokasi acara, pandangan beliau tertuju pada sebuah masjid besar yang berdiri di dekat sungai Batang Kuantan bernama Masjid Agung Al Huda Tembilahan. Dengan ketenangan khas beliau, Syekh Akbar menyarankan agar talqin dilaksanakan di masjid tersebut.
Pengurus segera berkoordinasi dengan pihak DKM dan dengan izin Allah, mereka menyambut dengan penuh kehangatan. Disepakati bahwa pelaksanaan talqin akan dilakukan pada siang hari selepas kegiatan haul.
Dari 32 Menjadi 100 Orang
Selepas dzuhur, Syekh Akbar tiba di Masjid Agung Al Huda. Di luar dugaan ternyata pengurus DKM mempersilahkan talqin secara terbuka sehingga bukan hanya jamaah dari Lahang yang hadir.
Masyarakat sekitar, para pencari jalan ruhani, bahkan dua orang mualaf turut datang dengan hati terbuka untuk mendapatkan bimbingan dzikir. Dalam waktu singkat, sekitar seratus orang memenuhi ruang masjid, membawa suasana haru dan harap yang mendalam.
Sebelum memulai prosesi, Syekh Akbar memberikan penjelasan yang ilmiah namun menyentuh hati tentang hakikat dzikir, makna penyucian jiwa dan pentingnya bimbingan ruhani dalam mendekatkan diri kepada Allah.
Setiap kalimat beliau mengalir lembut, menembus hati para hadirin yang mendengarkan dengan penuh perhatian.
Ketika talqin dimulai, lantunan dzikir mengisi ruang masjid dengan getaran keheningan yang sakral. Air mata mengalir di antara jamaah, seolah seluruh perjalanan panjang dan kelelahan mereka terbayar lunas dengan ketenangan yang datang dari dalam hati. Dua mualaf yang turut ditalqin tampak menunduk haru, merasakan kelembutan kasih Allah yang menuntun mereka menemukan jalan dzikir.
Hari itu, di tepi Sungai Batang Kuantan, Masjid Agung Al Huda menjadi saksi peristiwa ruhani yang tak terlupakan. Sebuah perjalanan yang berawal dari perjuangan, berakhir dengan pencerahan mengingatkan bahwa setiap langkah menuju Allah selalu berbuah cahaya bagi hati yang tulus mencari-Nya.