Menteri Agama Republik Indonesia Mengakui Kedalaman Pemikiran Tasawuf Mursyid Tarekat Idrisiyyah
KOMINFO IDRISIYYAH • 28 Oktober 2025
Tarekat Idrisiyyah | Jakarta 13 Oktober 2025 — Karya monumental Tasawuf Lil Hayah karya Syekh Akbar Muhammad Fathurahman, M.Ag., Mursyid Tarekat Idrisiyyah telah diterima oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A.
Penyerahan kitab dilakukan melalui pertemuan silaturahmi yang diwakili oleh Ustadz H. Abdul Holid, M.Ag., Ketua Zawiyah Utama Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, turut disampaikan pula karya penting lainnya, Risalah Muhimmah, sebagai bentuk kontribusi intelektual Tarekat Idrisiyyah terhadap penguatan nilai-nilai spiritual di tengah kehidupan modern.
Menteri Agama menelusuri muqaddimah Tasawuf Lil Hayah dan menyampaikan kekagumannya atas kedalaman pemikiran Syekh Akbar. Menurut beliau, karya tersebut menunjukkan bahwa tasawuf tidak hanya berbicara tentang dimensi mistik, tetapi juga memiliki relevansi sosial yang kuat untuk membangun peradaban umat.
Pertemuan ini sekaligus menjadi momen perjumpaan intelektual yang menghidupkan kembali hubungan ilmiah dan ruhani antara kedua tokoh tersebut. Sebelumnya, Syekh Akbar dan Prof. Nasaruddin Umar telah beberapa kali bertemu dalam kapasitas keulamaan, di antaranya ketika Syekh Akbar bertugas sebagai khatib di Masjid Istiqlal, di mana saat itu Prof. Nasaruddin menjabat sebagai Imam Besar sebelum diangkat menjadi Menteri Agama pada tahun 2022.
Dalam sambutannya, Menteri Agama menyampaikan keinginannya untuk dapat bertemu kembali secara langsung dengan Syekh Akbar pada kesempatan mendatang.
“InsyaAllah, saya ingin bersilaturahmi langsung dengan Syekh Akbar,” ungkapnya.
Ustadz H. Abdul Holid, selaku perwakilan Tarekat Idrisiyyah, menyampaikan rasa syukur atas penerimaan yang hangat tersebut. Ia menilai bahwa diterimanya Tasawuf Lil Hayah oleh Menteri Agama merupakan bentuk pengakuan terhadap relevansi gagasan tasawuf yang berlandaskan ilmu, adab dan pengabdian.