Sentuhan Dakwah Syekh Akbar untuk Muslim di Balik Jeruji, Kajian Safari Dakwah di Lapas Kelas IIA Yogyakarta

KOMINFO IDRISIYYAH • 01 November 2025

Sentuhan Dakwah Syekh Akbar untuk Muslim di Balik Jeruji, Kajian Safari Dakwah di Lapas Kelas IIA Yogyakarta

Tarekat Idrisiyyah | Yogyakarta, 1 November 2025 — Dalam rangkaian Safari Dakwah Mursyid Tarekat Idrisiyyah di Daerah Istimewa Yogyakarta, Syekh Akbar Muhammad Fathurahman, M.Ag. memberikan kajian dan muhasabah akhir tahun di Lapas Kelas II A Yogyakarta pada Sabtu pagi (1/11). Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Wali Kota Yogyakarta, Bapak Wawan Harmawan, S.E., M.M., dan mantan Wali Kota Yogyakarta, Bapak Herry Zudianto. Kehadiran para tokoh tersebut turut memperkuat makna kebersamaan antara dakwah, pembinaan moral dan pembangunan spiritual masyarakat dari berbagai lapisan.

 

Dalam kajiannya, Syekh Akbar menyampaikan pesan agar setiap insan tidak pernah berputus asa dari rahmat Allah, sebab kehidupan manusia adalah perjalanan yang belum selesai. “Siapapun jangan merasa putus asa dari rahmat Allah. Walaupun hari ini orang bilang gagal, jangan merasa rendah diri. Demikian pula jangan merasa sombong karena berprestasi, sebab semua masih dalam proses, belum finish,” tutur beliau. Syekh Akbar juga mengingatkan sabda Nabi ﷺ bahwa ada orang yang sejak baligh hidup dalam ketaatan namun tergelincir di akhir hayatnya dan sebaliknya ada yang sepanjang hidupnya bermaksiat namun mendapat hidayah menjelang kematian.

 

Dalam kajian yang disampaikan, Beliau menyampaikan tentang bagaimana manusia bisa senantiasa terjaga dari nafsunya, Syekh Akbar menjelaskan empat langkah utama: muhasabah, taubat, mujahadah dan muroqobah. Muhasabah berarti introspeksi diri dengan bertanya pada hati yang jujur. Taubat bermakna kembali kepada Allah setiap waktu, tidak menunggu momen tahunan seperti Idulfitri. Mujahadah adalah menundukkan nafsu, bukan membunuhnya, karena musuh terbesar manusia bukan setan melainkan nafsunya sendiri. Sedangkan muroqobah adalah kesadaran batin bahwa Allah senantiasa mengawasi segala gerak lahir dan batin hamba-Nya.

 

Kepala Lapas Kelas IIA Yogyakarta, Bapak Marjiyanto dalam sambutan menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kunjungan dan kajian yang disampaikan oleh Syekh Akbar. “Acara ini sangat berharga bagi kami. Mohon Syekh terus memberikan dukungan bagi para santri kami (warga binaan) agar mereka yang sepuh pun tetap ngaji dan memperbaiki diri,” ungkapnya. Lapas Kelas IIA Yogyakarta saat ini menampung 618 warga binaan Muslim dan 45 non-Muslim dan hampir seluruhnya turut menyimak dengan khidmat jalannya kajian.

 

Kegiatan ini juga disiarkan secara langsung oleh Vertizone TV, memungkinkan jamaah di berbagai daerah untuk turut menyaksikan dan mengambil pelajaran dari pesan-pesan ruhani yang disampaikan. Safari Dakwah Idrisiyyah di Yogyakarta akan berlanjut dengan peresmian madrasah di lingkungan Lapas serta kunjungan ke sejumlah pesantren dan kampus di Yogyakarta dan Magelang.