Perjuangan dan Kemandirian Santri, Tiga Hari di Alam dalam Kemah Akbar X Idrisiyyah

KOMINFO IDRISIYYAH • 19 November 2025

Perjuangan dan Kemandirian Santri, Tiga Hari di Alam dalam Kemah Akbar X Idrisiyyah

Pondok Pesantren Idrisiyyah | Tasikmalaya 17 November 2025 - Selama tiga hari penuh, santri Pondok Pesantren Idrisiyyah Putra menjalani rangkaian kegiatan Kemah Akbar X (Sepuluh) yang dirancang untuk mengasah kemandirian, daya juang dan ketangguhan mental. Kegiatan yang berlangsung di kawasan perkemahan Pasir Pataya ini menjadi momentum penting bagi para santri untuk belajar melalui pengalaman langsung di alam terbuka.

 

Sejak hari pertama, para santri langsung dihadapkan pada suasana perkemahan yang menuntut disiplin dan adaptasi cepat. Mulai dari pendirian tenda, pembagian regu, hingga pelaksanaan apel pembukaan, seluruh rangkaian kegiatan dirancang agar mereka belajar bekerja sama dan mengambil tanggung jawab pribadi. Tantangan cuaca menjadi salah satu ujian yang tidak terduga; namun para santri mampu menyesuaikan diri dan tetap melaksanakan kegiatan dengan semangat tinggi.

 

Hiking, Pionering, dan Masak Rimba: Belajar Lewat Pengalaman Nyata

 

Hari kedua kegiatan Kemah Akbar diisi dengan kegiatan lapangan yang lebih intensif. Para santri menempuh jalur hiking yang menguji ketahanan fisik sekaligus kemampuan membaca situasi alam. Di pos-pos tertentu, mereka mengikuti uji ketangkasan yang menggabungkan unsur materi pramuka dan nilai-nilai pendidikan karakter pesantren.

 

Sesi pionering menjadi momen penting bagi regu-regu untuk mempraktikkan kerja sama tim. Mereka membangun struktur sederhana dari tongkat dan tali, memadukan kreativitas dan teknik dasar. Sementara itu, kegiatan masak rimba mengajarkan keterampilan memasak, manajemen waktu, serta kemampuan berpikir praktis dalam kondisi terbatas. Banyak santri menunjukkan kecakapan baru yang sebelumnya belum pernah mereka lakukan di lingkungan asrama.

 

Kegiatan Malam keakraban menjadi salah satu sesi yang paling berkesan. Para santri menampilkan kreasi regu dalam nuansa Nusantara, mengekspresikan budaya daerah masing-masing sambil tetap menjaga adab dan karakter Islami. Selain itu, materi motivasi dan penguatan ruhani dari para asatidz disampaikan untuk menanamkan nilai syukur, tanggung jawab, dan semangat ukhuwah.

 

Kegiatan doa bersama dan evaluasi harian menutup rangkaian hari kedua, memberi ruang bagi santri untuk merenungkan proses yang mereka lalui.

 

Ketangguhan Fisik dan Mental di Hari Terakhir

 

Memasuki hari ketiga, para santri mengikuti Camp Games Rush, rangkaian permainan kompetitif yang menuntut kecepatan, strategi, dan kerja sama. Meski kelelahan mulai terasa, para peserta tetap menunjukkan semangat juang dan sportivitas antarregu. Tantangan terakhir ini menjadi penutup yang menggambarkan perkembangan karakter para santri selama tiga hari berada di alam terbuka.


Simak juga berita lainnya pada link berikut »  Silaturahim DEMA AMALI Nasional ke Kementerian Agama RI dan Majelis Masyayikh: Menguatkan Sinergi untuk Kemajuan Ma’had Aly - Tarekat Idrisiyyah

 

Momentum penutupan kemudian dirangkai dengan pemberian apresiasi dan evaluasi umum, sekaligus penguatan pesan untuk membawa nilai-nilai kemandirian ini kembali ke lingkungan asrama dan sekolah.

 

Kemah Akbar X tahun ini memberikan perubahan nyata pada para peserta dari keberanian menghadapi ketidaknyamanan, kemampuan bekerja dalam tim, hingga kebiasaan mengambil keputusan secara mandiri. Bagi banyak santri, tiga hari ini bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi pengalaman yang akan memperkaya perjalanan pembelajaran mereka.