Mudir ‘Ali Idaroh Aliyah JATMAN Silaturahmi ke Tarekat Idrisiyyah

KOMINFO IDRISIYYAH • 02 Desember 2025

Mudir ‘Ali Idaroh Aliyah JATMAN Silaturahmi ke Tarekat Idrisiyyah

Tarekat Idrisiyyah | Tasikmalaya, 29 November 2025 - Kedatangan Mudir 'Ali JATMAN, Prof. Dr. KH. Ali Masykur Musa, SH, M.Si, M.Hum ke Tasikmalaya menjadi momentum penting bagi penguatan jaringan ketarekatan di daerah. Usai tiba di Tasikmalaya, beliau langsung menuju kediaman Syekh Akbar Muhammad Fathurahman, M.Ag., dengan didampingi oleh Mudir Majelis Ketarekatan Tarekat Idrisiyyah Ustadz Asep Deni, M.Pd dan Mudir JATMAN Idaroh Syubiyyah Kabupaten Tasikmalaya, KH. M An'am Nazily, SE Pertemuan ini berlangsung hangat dengan suasana penuh penghormatan khas dunia tarekat.

 

Di kediaman Syekh Akbar, Mudir 'Ali menyampaikan bahwa silaturahmni ini sudah terniat dan begitu ingin berjumpa Syekh Fathurahman di Pesantren Idrisiyyah, dalam perbincangan kedua tokoh membahas sejumlah isu penting terkait peran tarekat dalam merawat spiritualitas umat dan kontribusi historis para pahlawan Indonesia yang merupakan pengamal thariqah.

 

Kyai Ali mengapresiasi kiprah Idrisiyyah sebagai salah satu pusat pengembangan tasawuf yang aktif merawat tradisi keilmuan dan keteladanan sanad. Syekh Akbar dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan terima kasih atas dukungan dan rekomendasi Kyai Ali dalam kolaborasi program pengelolaan sampah berbasis pemberdayaan yang turut didukung oleh YBM PLN.

 

Di tengah suasana silaturahmi yang khidmat, hadir pula perwakilan JATMAN Kota Tasikmalaya yang datang untuk memohon arahan terkait pelaksanaan pelantikan pengurus. Kehadiran mereka menambah kedalaman diskusi yang berkembang menjadi pembahasan strategis mengenai penguatan struktur organisasi, konsolidasi wilayah, serta penegasan peran JATMAN dalam membina umat melalui pendekatan tasawuf yang iterbuka dan membumi.

 

Syekh Akbar menekankan pentingnya para pengamal thariqah untuk tidak lagi berada “di pojok” atau tersembunyi, tetapi tampil lebih percaya diri di tengah masyarakat. Menurut Beliau, era saat ini membutuhkan para praktisi tasawuf yang hadir sebagai teladan akhlak, penggerak peradaban dan penjaga keseimbangan spiritual di tengah dinamika sosial yang cepat berubah. Pesan tersebut diterima dengan penuh perhatian baik oleh Kyai Ali maupun seluruh tamu yang hadir.

 

Silaturahmi berlanjut hingga adzan Isya berkumandang, menandai akhir dari rangkaian pertemuan penuh makna tersebut. Pertemuan ini bukan hanya mempererat hubungan antar-struktur JATMAN dan Pesantren Idrisiyyah, tetapi juga menjadi tonggak penting bagi penguatan peran tarekat dalam kehidupan masyarakat Tasikmalaya dan sekitarnya.