Santri dan Mahasantri Idrisiyyah Ikuti Sosialisasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah Bersama Bank Indonesia

KOMINFO IDRISIYYAH • 29 Desember 2025

Santri dan Mahasantri Idrisiyyah Ikuti Sosialisasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah Bersama Bank Indonesia

Tasikmalaya | Ahad, 28 Desember 2025 Pondok Pesantren Idrisiyyah menggelar kegiatan Sosialisasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah bersama Bank Indonesia yang berlangsung di Aula Musyahadah. Kegiatan ini diikuti oleh kurang lebih 350 peserta yang terdiri dari santri dan mahasantri Idrisiyyah, serta dihadiri oleh jajaran Bank Indonesia, para asatidz, dan dosen Idrisiyyah. Suasana kegiatan terasa hangat, interaktif, dan penuh antusiasme.

 

Acara diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta doa bersama sebagai ikhtiar memohon kelancaran dan keberkahan kegiatan. Momentum ini menjadi pengantar yang menegaskan bahwa rupiah bukan sekadar alat transaksi, melainkan simbol kedaulatan bangsa yang perlu dijaga bersama.

 

Memasuki sesi utama, edukasi disampaikan oleh Ibu Fenty Ekarim, selaku Asisten Direktur Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia, bersama dua rekan dari Bank Indonesia. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan ciri-ciri keaslian uang rupiah kertas emisi Tahun 2022 (TE 2022). Peserta diajak mengenal berbagai unsur pengaman uang rupiah melalui metode dilihat, diraba, dan diterawang. Pada tahap dilihat, diperkenalkan ciri seperti gambar yang dapat berubah warna (colour shifting), benang pengaman, gambar tersembunyi (latent image), gambar raster, serta teks mikro. Melalui tahap diraba, peserta mengenali adanya cetak kasar dan kode tunanetra (blind code). Sementara pada tahap diterawang, dijelaskan keberadaan watermark, electrotype, serta gambar saling isi (rectoverso). Melalui pemahaman ini, peserta diharapkan semakin mampu mengenali keaslian uang rupiah serta menumbuhkan kepedulian dalam menjaga dan merawatnya dengan baik.

 

Selain itu, peserta juga mendapatkan wawasan tentang cara merawat rupiah melalui prinsip 5J, yakni jangan diremas, jangan dibasahi, jangan dilipat, jangan distapler, dan jangan dicoret. Edukasi ini disampaikan dengan bahasa yang ringan dan diselingi kuis serta doorprize, sehingga suasana semakin hidup dan menyenangkan.

 

Dalam sesi reflektif, disampaikan pula pesan penting bahwa menjaga rupiah berarti menjaga kedaulatan bangsa. Melemahnya kepedulian terhadap rupiah dapat berdampak luas, bahkan menjadi pelajaran berharga bahwa kelalaian dalam menjaga nilai dan simbol negara dapat berujung pada kerugian besar. Pesan ini mengajak peserta untuk semakin mencintai rupiah sebagai bagian dari identitas dan kedaulatan Indonesia.

 

Sebagai penutup, kegiatan dilanjutkan dengan permainan edukatif melalui game Kahoot yang menguji pengetahuan peserta seputar rupiah, termasuk sejarah dan tokoh-tokoh yang terdapat pada uang Indonesia. Kegiatan kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan komitmen untuk terus mencintai, membanggakan, dan memahami rupiah.

 

Melalui kegiatan ini, diharapkan santri dan mahasantri Idrisiyyah tidak hanya memahami rupiah secara teknis, tetapi juga menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga rupiah adalah bagian dari menjaga martabat, kedaulatan, dan masa depan bangsa.