Leadership Camp Idrisiyyah: Menumbuhkan Jiwa Kepemimpinan Berbasis Spiritual dan Kebangsaan

KOMINFO IDRISIYYAH • 04 April 2026

Leadership Camp Idrisiyyah: Menumbuhkan Jiwa Kepemimpinan Berbasis Spiritual dan Kebangsaan

Tasikmalaya — Leadership Camp Transformasi Kepemimpinan Santri Pondok Pesantren Idrisiyyah yang dilaksanakan pada tanggal 03–05 April 2026 di SDIT Al-Fattah Tasikmalaya menjadi momentum pembinaan yang sarat makna dalam membentuk karakter kepemimpinan santri. Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada kemampuan memimpin, tetapi juga menanamkan kedisiplinan, tanggung jawab, serta penguatan nilai spiritual dan kebangsaan.

 

Rangkaian kegiatan diawali dengan ziarah maqom masyayikh sebagai langkah awal untuk menata niat dan menguatkan ruhiyah para peserta. Dalam suasana yang khidmat, para santri memanjatkan doa serta meneladani perjuangan para masyayikh dalam menegakkan nilai keilmuan, keikhlasan, dan kepemimpinan. Selanjutnya, dilakukan pemeriksaan kesehatan sebagai bentuk ikhtiar memastikan kesiapan fisik peserta sebelum mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

 

Setibanya di lokasi, para peserta mengikuti upacara pembukaan yang berlangsung dengan tertib dan penuh semangat. Dalam sambutannya, Deputi CEO Bidang Pendidikan, Ust. Adang Nurdin MS, M.Pd., menegaskan pentingnya kedisiplinan serta peran aktif santri dalam proses transformasi pesantren. Keterlibatan tim TNI dalam kegiatan ini turut memberikan warna tersendiri dalam menanamkan nilai ketegasan, kerapihan, serta jiwa kepemimpinan yang kuat.

 

Kegiatan kemudian berlanjut ke Kodim 0612 Tasikmalaya, di mana para peserta mendapatkan materi wawasan kebangsaan. Para santri diajak untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air, memperkuat semangat persatuan, serta memahami peran generasi muda dalam menjaga keutuhan bangsa. Selain itu, peserta juga memperoleh pengenalan secara edukatif mengenai berbagai jenis perlengkapan yang digunakan oleh aparat, sebagai bagian dari pembelajaran kedisiplinan dan tanggung jawab.

 

Dalam rangka melatih kepemimpinan secara langsung, peserta mengikuti simulasi “Desa Transformasi” melalui pemilihan perangkat desa seperti lurah, carik, dan jagabaya. Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran praktis dalam memahami sistem kepemimpinan dan tanggung jawab sosial. Para peserta juga mendapatkan pembekalan terkait tata kehidupan selama kegiatan, sehingga mampu menjalankan peran dengan tertib dan penuh kesadaran.

 

Penguatan karakter terus dilakukan melalui berbagai materi, di antaranya pembiasaan 5T yaitu "Tekun, Terampil, Toleran, Teladan Taqwa", peran organisasi santri dalam transformasi, serta kepemimpinan di era generasi Z. Para peserta diajak untuk menjadi pribadi yang adaptif, berintegritas, serta mampu menjadi motor penggerak perubahan di lingkungan pesantren.

 

Tidak hanya aspek intelektual dan kepemimpinan, kegiatan ini juga menekankan penguatan spiritual. Pelaksanaan shalat tahajud dan shubuh berjamaah, kajian subuh, serta materi tasawuf menjadi ruang pembinaan batin yang mendalam. Dalam suasana yang penuh kekhusyukan, para peserta diajak untuk membersihkan hati, meluruskan niat, serta menjadikan nilai-nilai tasawuf sebagai landasan dalam setiap langkah perubahan.

 

Sebagai puncak refleksi, kegiatan muhasabah dan bai’at organisasi menjadi momen yang sarat makna. Para peserta meneguhkan komitmen untuk menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, keikhlasan, dan istiqamah. Kegiatan kemudian ditutup dengan refleksi bersama sebagai upaya meneguhkan semangat transformasi dalam diri setiap peserta.

 

Melalui Leadership Camp ini, diharapkan para pengurus santri mampu tumbuh menjadi pemimpin yang tidak hanya cakap secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual, berakhlak mulia, serta siap berkontribusi dalam mewujudkan transformasi Pondok Pesantren Idrisiyyah ke arah yang lebih baik.