Tonggak Baru Dakwah di Ranah Minang, Pesantren Idrisiyyah Resmi Dibangun di Pariaman

KOMINFO IDRISIYYAH • 04 April 2026

Tonggak Baru Dakwah di Ranah Minang, Pesantren Idrisiyyah Resmi Dibangun di Pariaman

Tarekat Idrisiyyah | Padang Pariaman, Sabtu 4 April 2026 — Pembangunan Pondok Pesantren Idrisiyyah di Padang Pariaman, Sumatera Barat, resmi dimulai melalui prosesi peletakan batu pertama yang berlangsung pada Sabtu, 4 April 2026. Momentum ini menjadi tonggak baru dalam penguatan dakwah dan pendidikan Islam di Ranah Minang, sekaligus menandai hadirnya lembaga pendidikan yang memadukan dimensi keilmuan, pembinaan akhlak dan penguatan spiritualitas. Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional dan daerah, di antaranya Yandri Susanto selaku Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia, Mahyeldi Ansharullah selaku Gubernur Sumatera Barat, serta Yota Balad selaku Wali Kota Pariaman.

 

Prosesi peletakan batu pertama dilakukan secara simbolis oleh sejumlah tokoh sebagai representasi sinergi lintas sektor dalam membangun pendidikan umat. Di antaranya Lenggogeni Putri selaku Komisaris Utama Indah Group, Marchendro selaku Direktur Utama Indah Cargo, H. Arisal Aziz selaku Anggota DPR RI Fraksi PAN sekaligus pewakaf pembangunan pesantren, bersama jajaran pemerintah daerah dan pusat. Rangkaian prosesi ini menjadi simbol dimulainya ikhtiar besar dalam menghadirkan pendidikan Islam yang berkelanjutan dan berdampak luas bagi masyarakat.

 

Pembangunan Pondok Pesantren Idrisiyyah di Desa Cubadak Air Utara Pariaman ini merupakan wujud nyata dari semangat wakaf dan khidmah untuk umat yang diinisiasi oleh Bapak H. Arisal Aziz, yang juga dikenal sebagai Founder Indah Group dan bagian dari Tarekat Idrisiyyah. Dari pihak Tarekat Idrisiyyah, turut hadir perwakilan yaitu Zulfahmi Afifi dan Dodi Hilman. Kehadiran para tokoh ini mencerminkan komitmen kolektif dalam membangun lembaga pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada transfer ilmu, tetapi juga pembentukan karakter dan ruhaniyah.

 

Pesantren sebagai institusi pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan kekuatan akhlak. Dalam konteks sosial-keagamaan Indonesia, pesantren telah terbukti menjadi pilar penting dalam menjaga nilai-nilai keislaman yang moderat, membangun kemandirian umat, serta menjadi pusat pemberdayaan masyarakat. Oleh karena itu, pembangunan Pondok Pesantren Idrisiyyah di Pariaman ini tidak hanya dimaknai sebagai pembangunan fisik, melainkan sebagai investasi peradaban jangka panjang.

 

Semangat para tokoh yang terlibat dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa pembangunan pendidikan Islam merupakan tanggung jawab bersama. Sinergi antara pemerintah, legislatif dan dunia usaha menjadi kekuatan utama dalam menghadirkan lembaga pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan. Dengan dimulainya pembangunan ini, diharapkan Pondok Pesantren Idrisiyyah Pariaman dapat menjadi pusat lahirnya generasi yang berilmu, beradab, serta istiqamah dalam khidmah dan perjuangan dakwah, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan umat dan bangsa.