Pendidikan Pimpinan Bank Indonesia Diwarnai dengan Spiritual Revival bersama Sufi Training Center

KOMINFO IDRISIYYAH • 16 April 2026

Pendidikan Pimpinan Bank Indonesia Diwarnai dengan Spiritual Revival bersama Sufi Training Center

Sufi Training Center | Jakarta, 10 April 2026 - Program pengembangan kepemimpinan di lingkungan Bank Indonesia menghadirkan pendekatan yang lebih holistik melalui kegiatan Spiritual Revival bersama Sufi Training Center (STC) dari Pesantren Idrisiyyah. Kegiatan yang dikemas dalam Sufistic Wellness Training: Sacred Governance for Leaders ini menjadi bagian dari upaya penguatan dimensi spiritual dalam kepemimpinan, melengkapi aspek intelektual dan pengalaman yang selama ini menjadi fondasi utama.

 

Selama pelatihan, peserta yang berasal dari kelompok SESTABI (Sekretariat Staf Bank Indonesia) mendapatkan berbagai materi yang mengarah pada pembentukan kesadaran diri secara utuh. Materi seperti 5 Human Dimensions, Physical and Spiritual Needs, The Essence of Religious Practice hingga Tafakur dan Dzikir disampaikan secara bertahap untuk membangun keseimbangan antara aspek fisik, intelektual, emosional, sosial, dan spiritual dalam diri seorang pemimpin.

 

Tidak hanya bersifat konseptual, pelatihan ini juga menghadirkan pengalaman spiritual secara langsung melalui sesi tazkiyatun nafs, muhasabah, dzikir, hingga pelaksanaan ibadah malam secara berjamaah. Pendekatan ini menjadi ciri khas Sufistic Wellness yang diusung STC, di mana proses pembelajaran tidak hanya menyentuh akal, tetapi juga menghidupkan hati sebagai pusat kesadaran dan pengambilan keputusan.

 

Pada sesi penutup, Syekh Akbar M. Fathurahman menegaskan pentingnya memahami tujuan hidup manusia serta menjaga kebersihan hati (qalbun salim) sebagai fondasi utama dalam kepemimpinan. Menurutnya, hati yang tidak terkelola dengan baik dapat memengaruhi kualitas berpikir dan bertindak, bahkan berpotensi melahirkan berbagai kegelisahan batin di tengah tekanan kehidupan modern.

 

Melalui kolaborasi ini, Sufi Training Center menghadirkan kontribusi nyata nilai-nilai tarekat dalam ranah kelembagaan, menunjukkan bahwa pendekatan spiritual tidak hanya relevan dalam kehidupan personal, tetapi juga memiliki peran penting dalam membentuk kepemimpinan yang berintegritas dan berorientasi pada nilai dalam pengelolaan ekonomi dan pelayanan publik.