Syekh Akbar Hadirkan Kitab Kasyfu Kasyfi Asy-Syubuhat sebagai Jawaban Ilmiah atas Kitab Karangan Muhammad bin Abdul Wahab demi Penguatan Manhaj Ahlu Sunnah Wal Jamaah

KOMINFO IDRISIYYAH • 21 April 2026

Syekh Akbar Hadirkan Kitab Kasyfu Kasyfi Asy-Syubuhat sebagai Jawaban Ilmiah atas Kitab Karangan Muhammad bin Abdul Wahab demi Penguatan Manhaj Ahlu Sunnah Wal Jamaah

Tarekat Idrisiyyah, Tasikmalaya, 15 April 2026 — Dalam forum Yaumul Ijtima MWC NU Cisayong pada Rabu (15/4), Syekh Akbar memperkenalkan karya terbarunya berjudul Kasyfu Kasyfi Asy-Syubuhat, sebuah kitab yang disusun sebagai jawaban ilmiah terhadap literatur yang kerap dijadikan rujukan dalam arus pemikiran Wahabi. Karya ini diarahkan untuk memperkuat fondasi akidah Ahlussunnah wal Jamaah sekaligus menjadi pegangan bagi para ulama dan umat.

 

Dalam penyampaiannya di hadapan para kiai dan asatidz, Syekh Akbar menegaskan bahwa kitab tersebut lahir dari kegelisahan intelektual terhadap penyebaran narasi akidah yang dinilai problematik dari sisi metodologi dan penggunaan dalil.

 

“Kami melakukan dirasah naqdiyyah fī al-manhaj wa al-istidlal, penelitian kritis terhadap manhaj dan cara penggunaan dalil dari Wahabi. Maka kami hadirkan kitab ini sebagai jawaban,” ujar Beliau.

 

Berbeda dari pendekatan bantahan populer yang cenderung normatif, Kasyfu Kasyfi Asy-Syubuhat mengambil jalur akademik melalui pendekatan naqdiyah (kritik ilmiah). Fokus utamanya bukan semata pada isi, melainkan pada kerangka berpikir (manhaj) dan logika penarikan dalil (istidlal) yang digunakan dalam literatur Wahabi.

 

Pendekatan ini sejalan dengan tradisi kritik dalam khazanah Ilmu Kalam, di mana suatu pemikiran tidak hanya diuji pada kesimpulan, tetapi juga pada validitas metode yang melahirkannya. Dengan demikian, kitab ini tidak hanya berfungsi sebagai bantahan, tetapi juga sebagai rekonstruksi cara berpikir teologis yang lebih komprehensif.

 

Menjawab Kasyf al-Shubuhat: Sekilas tentang Kitab Rujukan Wahabi

 

Kitab Kasyf al-Shubuhat dikenal sebagai salah satu karya yang sering dijadikan rujukan dalam pemikiran Wahabi, yang disusun oleh Muhammad bin Abdul Wahhab. Secara umum, kitab ini berisi upaya untuk mengklarifikasi (menurut perspektif penulisnya) apa yang dianggap sebagai “syubhat” (kerancuan) dalam praktik keagamaan umat Islam, khususnya terkait isu tauhid dan praktik yang dinilai berpotensi syirik.

 

Namun, dalam perkembangan historisnya, sebagian kalangan menilai bahwa pendekatan dalam kitab tersebut kerap melahirkan penyederhanaan kompleksitas teologi Islam, bahkan berimplikasi pada sikap eksklusif terhadap tradisi keagamaan lain dalam tubuh Islam sendiri.

 

Syekh Akbar menyoroti aspek ini secara khusus:

 

“Tidak jarang kitab tersebut melahirkan pemahaman yang sempit, bahkan dalam konteks global bisa menjadi salah satu rujukan bagi kelompok-kelompok ekstrem.”

 

Pernyataan ini mengindikasikan pentingnya pembacaan ulang terhadap teks-teks klasik dengan pendekatan kritis dan kontekstual, terutama dalam menghadapi dinamika keagamaan kontemporer.

 

Kasyfu Kasyfi Asy-Syubuhat pada prinsipnya akan tersedia dan dapat diakses oleh masyarakat luas. Namun, dalam momentum pengajian Yaumul Ijtima MWC NU Cisayong, Syekh Akbar secara khusus menghadiahkan kitab tersebut kepada para kiai dan asatidz yang hadir, dengan kemampuan membaca kitab kuning (Arab tanpa harakat).

 

Kebijakan ini bukan tanpa alasan. Kitab tersebut ditulis dalam format klasik tanpa harakat dan tanpa terjemahan sehingga menuntut penguasaan perangkat ilmu alat seperti nahwu, sharaf, serta kemampuan memahami struktur argumentasi dalam tradisi keilmuan Islam. Dengan demikian, pemberian kitab secara selektif dalam forum tersebut lebih dimaksudkan sebagai bentuk apresiasi terhadap kompetensi keilmuan, sekaligus menjaga agar isi kitab dipahami secara tepat.

 

Hadirnya Kasyfu Kasyfi Asy-Syubuhat menjadi bagian dari ikhtiar intelektual dalam menjaga keberlanjutan tradisi Ahlussunnah wal Jamaah di tengah arus globalisasi pemikiran keagamaan. Kitab ini diharapkan tidak hanya menjadi rujukan akademik, tetapi juga pegangan praktis bagi para ulama dalam membimbing umat.