Idrisiyyah Kian Dilirik sebagai Rujukan Penelitian Akademik Nasional
KOMINFO IDRISIYYAH • 11 Mei 2026
Tarekat Idrisiyyah - Tasikmalaya | Pesantren Idrisiyyah kembali menunjukkan perannya sebagai ruang pengembangan keilmuan dan pemberdayaan masyarakat yang menarik perhatian kalangan akademisi. Dalam sepekan terakhir, sejumlah peneliti dari berbagai perguruan tinggi melakukan kegiatan penelitian di lingkungan Idrisiyyah dengan beragam fokus kajian, mulai dari filantropi tasawuf, kewirausahaan sosial, hingga sistem pembayaran digital berbasis syariah.
Fenomena ini memperlihatkan bahwa praktik Tasawuf Idrisiyyah tidak hanya dipahami sebagai pendekatan spiritual semata, tetapi juga mulai dipandang sebagai model sosial yang memiliki relevansi dalam pengembangan ekonomi, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.
Di tengah berkembangnya diskursus Tasawuf di lingkungan akademik, Idrisiyyah hadir sebagai salah satu contoh nyata integrasi antara nilai ruhani, pendidikan, dan praktik sosial-ekonomi berbasis keumatan.
Penelitian Doktoral tentang Filantropi Tasawuf Idrisiyyah
Pada 5 Mei 2026, LPPM Idrisiyyah menerima kunjungan peneliti atas nama Syahril Mubarok dari Program Doktor (S3) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dalam rangka penelitian terkait tema filantropi tasawuf.
Kegiatan penelitian diawali dengan sesi wawancara bersama Buya Salim dan Ust. Rizal Fauzi yang membahas praktik filantropi berbasis tasawuf di lingkungan Idrisiyyah. Diskusi menyoroti bagaimana nilai-nilai spiritual dalam tarekat diterjemahkan menjadi gerakan sosial yang konkret melalui pendidikan, ekonomi umat, dan pelayanan masyarakat.
Penelitian kemudian dilanjutkan ke BMT Idrisiyyah dengan narasumber Bapak Ega Abd. Ghofur yang mewakili Bapak Ahmad selaku General Manager BMT Idrisiyyah. Dalam sesi tersebut, peneliti mendalami implementasi ekonomi syariah dan praktik pemberdayaan masyarakat yang berkembang di lingkungan Pesantren Idrisiyyah.
Kajian mengenai filantropi tasawuf ini menjadi menarik karena menunjukkan bahwa tasawuf yang benar tidak berhenti pada dimensi ritual dan spiritualitas personal, tetapi juga melahirkan kepedulian sosial serta penguatan ekonomi umat. Hal ini sejalan dengan karakter Tarekat di Indonesia yang secara historis memiliki kontribusi besar dalam pendidikan, dakwah, dan pembangunan masyarakat.
Mahasiswa UPI Teliti Praktik Kewirausahaan Sosial
Selanjutnya, pada 6 Mei 2026, LPPM Idrisiyyah menerima kunjungan dua mahasiswa S1 Kewirausahaan Kampus UPI Tasikmalaya atas nama Daffa dan Salman.
Kegiatan penelitian ini merupakan bagian dari mata kuliah Seminar Kewirausahaan Sosial dengan dosen pengampu Dr. Tika Annisa Lestari Koeswandi, S.S., M.M. Metode penelitian dilakukan melalui wawancara dan observasi lapangan sebagai bagian dari tugas akhir perkuliahan.
Kunjungan diterima oleh Ust. Iman Fauzi Sudirman, M.M., selaku Wakil Ketua I Bidang Akademik STAI Idrisiyyah yang menjadi narasumber dalam pembahasan praktik kewirausahaan di lingkungan Idrisiyyah.
Dalam penelitian tersebut, mahasiswa menyoroti bagaimana Pendidikan Idrisiyyah tidak hanya berorientasi pada pembinaan akademik dan spiritual, tetapi juga mendorong lahirnya jiwa kemandirian ekonomi dan kewirausahaan sosial berbasis nilai-nilai Islam.
Model pendidikan seperti ini menjadi salah satu faktor yang membuat Pesantren Idrisiyyah mulai banyak dikaji oleh akademisi. Sebab, pesantren tidak lagi dipandang hanya sebagai lembaga pendidikan tradisional, melainkan sebagai ekosistem sosial yang mampu membangun integrasi antara spiritualitas, pendidikan, dan ekonomi umat.
Kajian Sistem Pembayaran Digital Syariah
Sementara itu, pada 9 Mei 2026, LPPM Idrisiyyah kembali menerima kunjungan penelitian dari Tita Puspitasari terkait sistem pembayaran digital berbasis syariah.
Penelitian diterima langsung oleh Ahmad selaku General Manager BMT Idrisiyyah. Kajian ini membahas perkembangan digitalisasi layanan keuangan syariah dan implementasinya dalam praktik ekonomi umat.
Perhatian akademisi terhadap tema ini menunjukkan bahwa lembaga ekonomi yang berkembang di lingkungan Tasawuf Idrisiyyah dinilai memiliki relevansi dengan tantangan zaman, khususnya dalam menghadapi transformasi digital di sektor keuangan syariah.
Idrisiyyah dan Peran Pesantren sebagai Ruang Produksi Keilmuan
Meningkatnya kunjungan penelitian ke Idrisiyyah menunjukkan adanya perubahan cara pandang dunia akademik terhadap pesantren dan tarekat. Jika sebelumnya tarekat sering dipahami hanya dalam konteks spiritualitas, kini banyak peneliti mulai melihat bahwa Tasawuf Indonesia juga memiliki dimensi sosial, pendidikan, ekonomi, hingga pemberdayaan masyarakat.
Melalui berbagai aktivitas pendidikan, filantropi, kewirausahaan, dan ekonomi syariah, Pesantren Idrisiyyah menghadirkan praktik nyata bagaimana nilai-nilai tasawuf dapat diterapkan dalam kehidupan modern secara konstruktif dan produktif.
Kehadiran para peneliti dari berbagai kampus ini diharapkan menjadi bagian dari penguatan tradisi akademik sekaligus membuka ruang kolaborasi antara dunia pendidikan tinggi dengan pesantren dalam pengembangan keilmuan dan pemberdayaan umat.