Dari Dakwah hingga Ekonomi Umat, Zawiyah Award Warnai Qini Nasional 162 di Pesantren Idrisiyyah
KOMINFO IDRISIYYAH • 23 Mei 2026
Qini Nasional 162 - Tasikmalaya 22 Mei 2026 | Rangkaian malam kedua Qini Nasional ke-162 di Pondok Pesantren Idrisiyyah diawali dengan pelaksanaan Zawiyah Award, sebuah agenda apresiasi bagi zawiyah atau cabang Tarekat Idrisiyyah yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan tersebut berlangsung sebelum kajian malam bersama Syekh Akbar Muhammad Fathurahman dimulai.
Di hadapan ribuan jemaah yang memadati area majelis, panitia mengumumkan nominasi serta penerima penghargaan terbaik dari sejumlah kategori pembinaan dan pengabdian zawiyah. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi para penggerak zawiyah dalam bidang dakwah, pendidikan, ekonomi, sosial, dan pembinaan jamaah.
Pada kategori bidang dakwah, nominasi diberikan kepada H. Cucu Supriatna dari Zawiyah Kuningan, Tabib Muhammad Rusli dari Zawiyah Ciseeng, dan H. Suwandi dari Zawiyah Cirebon. Dari tiga nominasi tersebut, penghargaan terbaik diberikan kepada H. Cucu Supriatna dari Zawiyah Kuningan.
Untuk kategori bidang pendidikan, nominasi diberikan kepada Zawiyah Makassar yang diwakili H. Sarifuddin, Zawiyah Purbaratu yang diwakili H. Yaman Nurjaman, dan Zawiyah Salopa yang diwakili Ustadz Angky Cahyadi. Penghargaan terbaik diraih oleh Zawiyah Purbaratu.
Pada kategori bidang ekonomi, nominasi diberikan kepada Ustadz Muhammad Ridwan dari Zawiyah Padaherang dan Ustadz Dudi Nurjamil dari Zawiyah Utama Jakarta. Penghargaan terbaik diberikan kepada Ustadz Dudi Nurjamil dari Zawiyah Utama Jakarta.
Kategori zakat, infak, dan sedekah menghadirkan nominasi Zawiyah Cibarusah yang diwakili H. Muflihuddin, Zawiyah Bintaro yang diwakili Ana Suryana, dan Zawiyah Rajapolah yang diwakili H. Apay Farhan. Penghargaan terbaik pada kategori tersebut diberikan kepada Zawiyah Cibarusah.
Pada kategori Khadijiyyah, nominasi diberikan kepada Zawiyah Cisayong yang diwakili Ibu Susi Susilawati, Zawiyah Utama Jakarta yang diwakili Ibu Elvah Dinnur Faegah, dan Zawiyah Brebes yang diwakili Ibu Ana Ratnati. Penghargaan terbaik diraih oleh Zawiyah Brebes.
Sementara itu, kategori ustadz zawiyah ter-mujahadah menghadirkan nominasi Ustadz Abdul Hafidz MS dari Zawiyah Palangkaraya, Ustadz Nur Aziz Rahmatulloh dari Zawiyah Karawang, dan Ustadz Muhammad Syarif dari Zawiyah Serengit Lampung. Penghargaan terbaik diberikan kepada Ustadz Abdul Hafidz MS dari Zawiyah Palangkaraya.
Pada kategori ustadz zawiyah ter-istiqamah, nominasi diberikan kepada Ustadz Yakub Ismail dari Zawiyah Parigi, Ustadz Lukmanul Hakim dari Zawiyah Purbaratu, dan Abah Abdul Fatah Ismail dari Zawiyah Garut. Penghargaan terbaik diraih oleh Ustadz Lukmanul Hakim dari Zawiyah Purbaratu.
Adapun kategori ketua zawiyah menghadirkan nominasi H. Asep Suherli dari Zawiyah Bandung, H. Dedi Junaedi dari Zawiyah Tangerang, dan Ustadz Asep Abdul Rosyid dari Zawiyah Lampung. Penghargaan terbaik diberikan kepada Ustadz Asep Abdul Rosyid dari Zawiyah Lampung.
Penghargaan yang diberikan oleh Majelis Ketarekatan berupa foto Syekh Akbar Muhammad Fathurahman yang telah dibingkai figura dan dibubuhi tanda tangan langsung dari Syekh Akbar. Hadiah tersebut menjadi simbol penghargaan sekaligus penguat hubungan ruhani antara guru dan para penggerak zawiyah di berbagai daerah.
Usai rangkaian Zawiyah Award selesai, kegiatan malam kedua Qini Nasional dilanjutkan dengan Majelis Ilmu dan Dzikir bersama Syekh Akbar Muhammad Fathurahman yang diikuti jemaah hingga larut malam.