Bupati Tasikmalaya Tersentuh Kehadiran Jamaah dari Masamba di Qini Nasional 162

KOMINFO IDRISIYYAH • 24 Mei 2026

Bupati Tasikmalaya Tersentuh Kehadiran Jamaah dari Masamba di Qini Nasional 162

Qini Nasional 162 | Tasikmalaya 23 Mei 2026 - Suasana sambutan yang menyentuh hati dari Bupati Tasikmalaya semakin terasa saat Beliau mengungkapkan rasa takjub dan tersentuh atas kehadiran jamaah yang datang dari berbagai penjuru Indonesia, termasuk dari Masamba, Sulawesi.

Menurutnya, perjalanan ribuan kilometer yang ditempuh jamaah untuk menghadiri Qini Nasional bukanlah perjalanan biasa. Ada dorongan iman dan kekuatan ruhani yang menggerakkan langkah mereka hingga tiba di Pesantren Idrisiyyah.

“Barusan disampaikan ada yang datang dari Masamba, Sulawesi, yang hadir karena media sosial sosok guru kita Syekh Akbar. Akhirnya beliau tiba dengan perjalanan yang begitu jauh. Perjuangannya tidak mungkin sampai ke tempat ini kecuali karena digerakkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala,” ungkapnya.


Ia juga menyampaikan keyakinannya bahwa kehadiran jamaah dari daerah yang sangat jauh merupakan tanda keberkahan dan kuatnya pengaruh dakwah Syekh Akbar Muhammad Fathurahman di tengah masyarakat.

“Saya yakin tidak mungkin dari Sulawesi datang ke tempat ini tanpa Allah memberikan keberkahan kepada guru kita,” lanjutnya.


Pernyataan tersebut disambut haru oleh para jamaah yang hadir. Tidak sedikit peserta Qini Nasional yang memang datang dari luar Pulau Jawa demi mengikuti rangkaian majelis ilmu, zikir, dan silaturahim bersama mursyid. Kehadiran mereka memperlihatkan bahwa Qini Nasional telah menjadi titik temu ruhani bagi jamaah dari berbagai latar belakang dan wilayah.


Dalam suasana hangat itu, Bupati Tasikmalaya juga menyampaikan refleksi yang mengundang perhatian para hadirin. Ia mempertanyakan bagaimana mungkin ada orang yang tinggal lebih dekat dengan Pesantren Idrisiyyah justru belum tergerak untuk hadir, sementara jamaah dari ribuan kilometer rela menempuh perjalanan panjang demi mengikuti majelis ilmu dan dzikir selama Qini Nasional.

“Kalau saja dari ribuan kilometer sampai ke sini, masa iya yang dekat-dekat tidak mau hadir ke Idrisiyyah,” tuturnya.


Bupati Tasikmalaya menyampaikan harapannya agar sinergi antara pemerintah daerah dan Tarekat Idrisiyyah terus terjalin dalam membangun Kabupaten Tasikmalaya. Ia mengaku merasakan besarnya dukungan spiritual yang hadir dari para ulama dan jamaah selama masa kepemimpinannya.

“Hadirin yang berbahagia, tentu yang ketiga saya sangat merasa sejauh ini ingin terus dibimbing dan dibersamai karena sinergitas antara Idrisiyyah dengan saya dalam kepemimpinan 11 bulan berjalan ini,” ungkapnya.


Ia menegaskan bahwa seorang pemimpin tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan para tokoh agama, kiai, dan ulama. Karena itu, ia memohon doa serta bimbingan dari Syekh Akbar Muhammad Fathurahman dan seluruh jamaah agar Tasikmalaya menjadi daerah yang penuh keberkahan.

“Saya merasa, bapak ibu sekalian, sebagai bupati tentu tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan penuh dari tokoh agama, dari kyai, dari ulama, dan khususnya tentu dari guru kita, Syekh Akbar Muhammad Fathurahman. Oleh karenanya, mohon bimbingan terus kepada saya agar Kabupaten Tasikmalaya ke depan menjadi daerah yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” tuturnya.


Pernyataan tersebut menutup malam puncak dengan suasana penuh harapan, memperlihatkan eratnya hubungan antara kepemimpinan daerah, ulama, dan kekuatan spiritual umat dalam membangun masyarakat yang religius, damai, dan berakhlak.