Wakaf 3 Hektare untuk Dakwah, Syekh Akbar Letakkan Batu Pertama Pesantren Idrisiyyah di Bangka Selatan
KOMINFO IDRISIYYAH • 22 Juni 2026
Tarekat Idrisiyyah | Toboali, 20 Juni 2026 — Ikhtiar menghadirkan pusat pendidikan Islam di Kabupaten Bangka Selatan mulai diwujudkan melalui peletakan batu pertama pembangunan Pesantren Idrisiyyah yang dipimpin langsung oleh Syekh Akbar Muhammad Fathurahman, M.Ag pada Sabtu (20/6). Kegiatan tersebut berlangsung di atas tanah wakaf seluas 3 hektare yang berlokasi di Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan.
Prosesi diawali dengan doa bersama dan peletakan batu pertama, kemudian dilanjutkan dengan peninjauan lahan yang akan menjadi lokasi pembangunan pesantren. Turut hadir dalam kegiatan tersebut para tokoh masyarakat, jamaah, serta Mudir Majelis Ketarekatan Idrisiyyah Ustadz Asep Deni yang mendampingi rangkaian Safari Dakwah Syekh Akbar di Kepulauan Bangka Belitung.
Tanah yang diwakafkan tersebut merupakan milik Bapak Wahyu, seorang anggota kepolisian yang bertugas di wilayah Toboali. Keinginan untuk mewakafkan tanahnya lahir dari kegelisahan melihat kondisi sosial di daerahnya, khususnya terkait tantangan pembinaan generasi muda dan kehidupan masyarakat.
Menurut Bapak Wahyu, hingga saat ini Kabupaten Bangka Selatan belum memiliki pesantren yang dapat menjadi pusat pendidikan, pembinaan akhlak, sekaligus penguatan nilai-nilai keislaman bagi masyarakat. Karena itu, dirinya berharap tanah yang diwakafkan dapat menjadi amal jariyah yang melahirkan lembaga pendidikan Islam yang memberi manfaat bagi generasi mendatang.
Harapan tersebut tidak terlepas dari berbagai tantangan sosial yang dihadapi wilayah Toboali. Data Polres Bangka Selatan menunjukkan bahwa Kecamatan Toboali menjadi wilayah dengan jumlah pengungkapan kasus narkotika terbanyak di Kabupaten Bangka Selatan. Pada semester pertama tahun 2025, dari 24 kasus narkotika yang berhasil diungkap, sebanyak 17 kasus terjadi di Kecamatan Toboali.
Dalam beberapa tahun terakhir, aparat kepolisian juga berulang kali mengungkap peredaran narkotika di wilayah tersebut, mulai dari penangkapan pengedar sabu hingga pembongkaran lokasi yang diduga menjadi tempat aktivitas penyalahgunaan narkoba.
Berangkat dari kondisi tersebut, pembangunan Pesantren Idrisiyyah diharapkan tidak hanya menghadirkan lembaga pendidikan formal, tetapi juga menjadi pusat dakwah, pembinaan karakter, dan pemberdayaan masyarakat. Kehadiran pesantren dipandang sebagai salah satu ikhtiar strategis untuk memperkuat fondasi moral dan spiritual masyarakat, khususnya generasi muda.
Dalam kesempatan tersebut, Syekh Akbar menyampaikan harapannya agar tanah wakaf yang telah diamanahkan dapat menjadi pusat lahirnya kader-kader dakwah dan generasi yang berilmu serta berakhlak mulia. Ke depan, Pesantren Idrisiyyah Bangka Selatan diharapkan dapat berkembang melalui gotong royong umat dan menjadi bagian dari upaya menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.
Peletakan batu pertama ini menjadi salah satu momentum penting dalam Safari Dakwah Syekh Akbar di Kepulauan Bangka Belitung. Lebih dari sekadar pembangunan fisik, kegiatan tersebut menandai dimulainya sebuah ikhtiar besar untuk menghadirkan cahaya pendidikan, dakwah, dan pembinaan ruhani di wilayah selatan Pulau Bangka.