Syekh Akbar: Dari Tanah Wakaf Ini Semoga Memancar Cahaya Allah untuk Masyarakat Bangka Selatan

KOMINFO IDRISIYYAH • 23 Juni 2026

Syekh Akbar: Dari Tanah Wakaf Ini Semoga Memancar Cahaya Allah untuk Masyarakat Bangka Selatan

Tarekat Idrisiyyah | Toboali, 20 Juni 2026 — Di tengah hamparan tanah wakaf seluas 3 hektare di Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Syekh Akbar Muhammad Fathurahman, M.Ag menyampaikan pesan penuh harapan sebelum memimpin doa bersama dan peletakan batu pertama pembangunan Pesantren Idrisiyyah, Sabtu (20/6).


Mengawali sambutannya, Syekh Akbar mengajak seluruh hadirin mensyukuri karunia Allah SWT yang telah mempertemukan mereka dalam momentum bersejarah tersebut. Beliau juga menyampaikan apresiasi dan doa khusus kepada Bapak Wahyu Ciputra beserta keluarga yang telah mewakafkan tanahnya untuk kepentingan dakwah dan pendidikan Islam.


"Alhamdulillah, kita bersyukur kepada Allah SWT yang telah memberikan izin dan karunia-Nya sehingga kita dapat hadir di tempat ini, di atas tanah wakaf yang diamanahkan oleh Bapak Wahyu Ciputra. Semoga beliau dan keluarga senantiasa diberikan kesehatan lahir dan batin serta dilancarkan dalam menjalankan tugasnya," ujar Syekh Akbar.


Dalam kesempatan itu, Syekh Akbar mengingatkan bahwa setiap perubahan besar selalu diawali oleh langkah-langkah kecil yang dilakukan secara istiqamah. Beliau mencontohkan perjuangan Rasulullah SAW dalam membangun peradaban Islam yang tidak berlangsung secara instan, melainkan melalui proses panjang yang penuh kesabaran, pengorbanan, dan keyakinan kepada pertolongan Allah SWT.


Menurut beliau, perjalanan Tarekat Idrisiyyah juga tumbuh melalui proses yang serupa. Berawal dari langkah sederhana, kemudian berkembang secara bertahap hingga mampu menghadirkan berbagai lembaga pendidikan, sosial, ekonomi, dan dakwah yang memberi manfaat bagi masyarakat luas.


"Kita harus memiliki harapan besar dan cita-cita besar. Dahulu Rasulullah SAW membangun Islam dari satu langkah ke langkah berikutnya. Begitu juga Tarekat Idrisiyyah, tumbuh dan berkembang secara bertahap. Dari yang kecil kemudian menjadi besar," tutur Beliau.


Karena itu, Syekh Akbar mengajak seluruh jamaah untuk memandang tanah wakaf tersebut bukan sekadar sebidang lahan, melainkan sebagai titik awal lahirnya peradaban yang akan membawa manfaat bagi generasi mendatang. Ia menegaskan bahwa pengelolaan tanah wakaf tersebut berada di bawah amanah Tarekat Idrisiyyah bersama pengurus Zawiyah Bangka Belitung yang dipimpin oleh Bapak Safar.


Syekh Akbar optimistis bahwa dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, pembangunan pesantren dapat diwujudkan secara bertahap sebagaimana berbagai ikhtiar dakwah yang telah dilakukan sebelumnya.

"Tanah wakaf yang telah diserahkan kepada Tarekat Idrisiyyah dan dikelola oleh pengurus Zawiyah Bangka Belitung ini insya Allah akan terus bergerak. Yang terpenting adalah kita bahu-membahu, melangkah dari satu tahap ke tahap berikutnya. Insya Allah dari tempat ini akan memancar cahaya Allah ke tengah-tengah masyarakat," ungkapnya.


Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa pembangunan pesantren bukan hanya tentang mendirikan bangunan fisik, tetapi juga membangun pusat pembinaan umat yang diharapkan mampu menghadirkan pendidikan, dakwah, dan solusi sosial bagi masyarakat Bangka Selatan. Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi daerah tersebut, kehadiran pesantren dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya.


Melalui wakaf yang telah diamanahkan dan doa yang dipanjatkan bersama di atas tanah tersebut, harapan besar kini mulai ditanam. Sebuah harapan agar dari Toboali lahir pusat dakwah dan pendidikan yang kelak menjadi sumber keberkahan bagi Bangka Selatan dan Kepulauan Bangka Belitung.