Kalapas Kelas II B Tasikmalaya Jajaki Kerja Sama Dakwah dan Pembinaan Bersama Pesantren Idrisiyyah

KOMINFO IDRISIYYAH • 07 Juli 2026

Kalapas Kelas II B Tasikmalaya Jajaki Kerja Sama Dakwah dan Pembinaan Bersama Pesantren Idrisiyyah

Tarekat Idrisiyyah | Tasikmalaya, 6 Juli 2026 — Pesantren Idrisiyyah menerima kunjungan Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Tasikmalaya, Ismet Sitorus, pada Minggu (6/7). Kunjungan tersebut menjadi langkah awal dalam membangun sinergi pembinaan keagamaan bagi warga binaan melalui program dakwah, pendidikan, dan pembinaan spiritual yang akan dilaksanakan secara berkelanjutan.


Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari silaturahmi sebelumnya antara Kalapas dengan Ketua Dewan Dakwah Majelis Ketarekatan Idrisiyyah, Ustadz Hilman, yang membahas peluang menghadirkan program pembinaan berbasis pesantren di lingkungan Lapas Kelas II B Tasikmalaya.

Dalam kesempatan tersebut, Ismet Sitorus menyampaikan bahwa sejak mengemban amanah sebagai Kepala Lapas sekitar dua bulan terakhir, dirinya melihat pentingnya memperkuat pembinaan ruhani bagi warga binaan, khususnya yang beragama Islam. Menurutnya, pesantren memiliki pengalaman dan kapasitas yang dapat memberikan kontribusi nyata dalam proses pembinaan karakter dan spiritual.


Selain berfokus pada warga binaan, Ismet juga berharap program tersebut dapat memberikan dampak positif bagi keluarga yang ditinggalkan selama masa pembinaan. Menurutnya, lembaga pemasyarakatan tidak hanya bertanggung jawab membina warga binaan, tetapi juga harus mampu menghadirkan manfaat dan citra yang baik di tengah masyarakat.

"Harapan kami, program ini bukan hanya berdampak kepada warga binaan, tetapi juga kepada keluarga mereka. Lembaga pemasyarakatan harus mampu menjadi lembaga yang memberikan manfaat dan diterima dengan baik oleh masyarakat," ujarnya.



Mewakili Pesantren Idrisiyyah, Ustadz Adang menyampaikan apresiasi atas inisiatif yang dibangun oleh pihak Lapas. Menurutnya, dakwah harus menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali, termasuk mereka yang sedang menjalani masa pembinaan di lembaga pemasyarakatan.

"Pesantren Idrisiyyah menyambut hangat dan menerima program yang diajukan oleh pihak Lapas. Objek dakwah bukan hanya kaum muslimin yang berada di luar lapas, tetapi mereka yang berada di dalam lapas juga harus mendapatkan sentuhan dakwah dan pembinaan keislaman," ungkap Ustadz Adang.



Sebagai bentuk komitmen bersama, pihak Lapas berencana menyusun Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Pesantren Idrisiyyah yang dirancang berlaku selama dua hingga tiga tahun. Kerja sama tersebut akan dievaluasi secara berkala untuk memastikan efektivitas program sekaligus membuka peluang pengembangan kegiatan pembinaan di masa mendatang.


Melalui adanya PKS tersebut, program dakwah Pesantren Idrisiyyah di Lapas Kelas II B Tasikmalaya akan memiliki landasan kerja sama yang jelas, sehingga dapat dilaksanakan secara terstruktur, berkelanjutan, dan menjadi program bersama antara kedua lembaga. Diharapkan sinergi ini mampu menghadirkan pembinaan spiritual yang berkesinambungan serta menjadi ikhtiar dalam membentuk pribadi warga binaan yang lebih baik ketika kembali ke tengah masyarakat.