Ratusan Muslimat NU Rajapolah Semarakkan Tabligh Akbar Tahun Baru Islam 1448 H Bersama Syekh Akbar
KOMINFO IDRISIYYAH • 09 Juli 2026
Tarekat Idrisiyyah | Tasikmalaya, 8 Juli 2026 – Ratusan jamaah Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Rajapolah memadati Masjid Malikul Falaah, Selasa (8/7), dalam kegiatan Tabligh Akbar dan Santunan Jompo yang digelar untuk memperingati Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pengurus Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Kecamatan Rajapolah ini menghadirkan Syekh Akbar Muhammad Fathurahman, M.Ag sebagai penceramah utama.
Mengusung semangat hijrah menuju pribadi yang lebih baik, tabligh akbar ini mengajak jamaah untuk menjadikan pergantian tahun Hijriah sebagai momentum memperbarui keimanan, memperkuat kepedulian sosial, serta meningkatkan kualitas ibadah kepada Allah SWT. Selain kajian keislaman, panitia juga menggelar santunan bagi para lanjut usia sebagai bentuk kepedulian kepada sesama.
Mengawali tausiyahnya, Syekh Akbar mengajak seluruh jamaah untuk terlebih dahulu memperbaiki kualitas shalat. Menurutnya, ibadah shalat bukan sekadar rangkaian gerakan lahiriah, tetapi juga menghadirkan hati sepenuhnya kepada Allah SWT.
"Sholat yang efektif itu adalah mengosongkan hati dari urusan dunia," pesan Syekh Akbar di hadapan ratusan jamaah.
Dalam kajian yang berlangsung penuh kekhusyukan tersebut, Syekh Akbar menjelaskan bahwa kebahagiaan sejati tidak ditentukan oleh banyaknya harta atau kedudukan, melainkan oleh keadaan hati yang senantiasa dekat dengan Allah SWT.
"Tanda orang yang bahagia itu ada dua: qolbun syakir, yaitu hati yang pandai berterima kasih kepada Allah, dan lisanun zakir, yaitu lisan yang senantiasa basah dengan zikir. Hati yang pandai bersyukur akan membuat hidup lebih tenang dan awet muda secara batiniah," jelasnya.
Syekh Akbar juga mengingatkan bahwa ibadah tidak cukup hanya dilakukan secara lahiriah. Menurutnya, seluruh amal harus berangkat dari hati yang bersih dan hidup.
"Ibadah kita tidak cukup hanya dengan amalan zahir saja, tetapi harus terpadu dengan kalbu kita. Kalbu itu ibarat raja, sementara seluruh anggota tubuh adalah bala tentaranya yang siap melaksanakan perintah sang raja."
Lebih lanjut, beliau menjelaskan pentingnya thaharah qolbi atau penyucian hati. Sebagaimana Islam mengajarkan bersuci secara fisik, hati pun harus dibersihkan dari berbagai penyakit batin yang dapat merusak nilai ibadah.
"Kita wajib membersihkan hati dari sifat-sifat tercela seperti marah, hasad, riya, ujub, sombong, dan hubbud dunya agar ibadah kita memiliki nilai dan menghadirkan kenikmatan."
Di penghujung tausiyahnya, Syekh Akbar menegaskan bahwa tujuan utama seluruh ibadah adalah melahirkan hati yang tenang (mutmainah). Ketenangan tersebut menjadi tanda diterimanya amal seorang hamba.
"Barang siapa yang di dunia ini sudah menemukan buahnya ibadah, yaitu ketenteraman hati bersama Allah, baik saat susah maupun senang, maka itu adalah tanda ibadahnya makbul dan menjadi karcis sebagai calon penghuni surga."
Melalui tabligh akbar ini, PAC Muslimat NU Kecamatan Rajapolah berharap semangat Tahun Baru Islam tidak berhenti sebagai seremoni tahunan, tetapi menjadi titik awal hijrah menuju pribadi yang lebih dekat kepada Allah, memiliki hati yang bersih, memperbanyak syukur dan zikir, serta memperkuat kepedulian terhadap sesama melalui amal nyata. Bagi masyarakat yang belum berkesempatan hadir, kajian lengkap Syekh Akbar dapat disaksikan kembali melalui siaran langsung di kanal YouTube Tarekat Idrisiyyah.