KAJIAN

ARTIKEL


PERMINTAAN TERBAIK




idrisiyyah.or.id | 

Mutiara Munggahan (Menyambut Bulan Suci)

Pengajian event Munggahan sebagai bentuk isti'dad (mempersiapkan bekal) menyambut tamu agung Ramadhan.

Pelaksanaan itu bergantung persiapan. Ibarat seorang petinju ingin bertanding, persiapannya luar biasa. Syekh Ibnu Athaillah berkata, 'Al istimdad bihasabil isti'dad'. Pertolongan bergantung persiapannya. Persiapan lewat hati yang benar-benar menyambut, jika ingin ditolong ibadah di bulan Ramadhan.

Banyak orang gembira dengan datangnya Ramadhan tapi bukan untuk peningkatan kualitas ibadah. Hanya mengikuti arus, tidak mendapatkan esensi. Mis. Bukber tapi tidak shalat Maghrib. Puasanya tingkatan awam Jangan sudah lewat Ramadhan puluhan kali tapi masih awam, tidak meraih hakikat.

Yang pertama diharapkan datangnya Ramadhan: adalah ampunan Allah. Syekh Ibnu Athaillah menyatakan,

مَطْلَبُ الْعَارِفِيْنَ مِنَ اللهِ تَعَالَى الصِّدْقُ فِى الْعُبُوْدِيَّةِ وَالْقِيَامُ بِحَقِّ الرُّبُوْبِيَّةِ.

'Permohonan orang-orang ahli makrifat adalah jujur dalam penghambaan diri kepada Allah dan menegakkan Hak-hak Ketuhanan'. (Al Hikam) Mereka ingin menjadi hamba sesungguhnya. Hamba di hadapan majikannya merasa tidak ada yang dimilikinya. Jangankan harta, dirinyapun milik mawla (majikan)nya. Jujur dalam menjalankan sifat-sifat kehambaan.

خَيْرُ مَا تَطْلُبُهُ مِنْهُ مَا هُوَ طَالِبُهُ مِنْكَ

"Sebaik-baik perkara yang engkau minta kepada Allah adalah perkara yang diminta (diperintahkan) Allah kepadamu". (Al Hikam)

Manusia tidak lepas dari dosa. Hati lalai pertanda sedang kufur (mengingkari) Nikmat-nikmat-Nya. Ampunan adalah permohonan yang pertama. Maka Nabi Saw bersabda 'barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan maka dihapus dosa-dosa terdahulu'.

Ruhani ketika berdosa, timbul noda hitam dalam hatinya. Hati yang kotor membuat tidak nyaman dalam ibadah. Bagaikan orang yang tidak mandi, dalam beberapa hari saja tidak nyaman untuk bertemu dengan orang lain. Orang yang bertaubat ada yang disebabkan karena dosanya dan ada karena tersentuh Keagungan Allah.

Persiapkan shaum agar bisa menggugurkan dosa-dosa. Dengan memenuhi kriteria fiqih dan tasawuf. Shaum tidak hanya menahan makan minum tapi menjaga hati dan seluruh panca indera.

Konsentrasi puasa adalah menahan hawa nafsu. Asal maksiat atau kezaliman adalah Ridha memenuhi keinginan nafsu. Hawan muttaba' istilah Nabi Saw. Tiadalah kehidupan dunia hanyalah merupakan kesenangan yang mengandung tipuan. Tertipu karena menjadikan dunia sebagai tujuan.

Program Ramadhan begitu banyak di mana-mana. Kebanyakan berisi sesuatu yang mengajak kepada selain Allah (lalai kepada negeri yang abadi). Kesemuanya berpengaruh terhadap panca indera. Yang diuji (dimanja) adalah hawa nafsu.

Sepanjang shaum diajarkan agar kita tidak mengikuti keinginan hawa nafsu. Shaum melemahkan nafsu yang gagah. Shaum adalah ibadah yang relevan sepanjang zaman untuk menundukkan hawa nafsu. Haus dan lapar karena Allah.

Syekh Ibnu Athaillah berkata:

وَلِأَنَّ تَصْحَبَ جاهِلاً لا يَرْضى عَنْ نَفْسِهِ خَيرٌ لَكَ مِنْ أَنْ تَصْحَبَ عالِماً يَرْضى عَنْ نَفْسِهِ

'Persahabatanmu dengan orang yang (dianggap) bodoh tapi ia tidak ridha kepada hawa nafsunya lebih baik daripada bersahabat dengan orang yang dianggap pintar tapi dia ridha dengan hawa nafsunya'.

Bulan Ramadhan bukan mencetak kemalasan. Di bulan Ramadhan harus semakin syiar ibadah, atau meninggalkan aktifitas yang baik.

Bulan Ramadhan harus mencetak pola hidup sehat. Perut kosong membuat ringan langkahnya. Mindset buka puasa jangan mencari kenyang atau kepuasan. Puasa tidak sehat adalah mengikuti pola hawa nafsu Harus mengikuti pola Sunnah Nabi Saw. Cukup dengan kurma dan air.

Jadikan pintu gerbang Ramadhan sebagai perbaikan pola rutinitas ibadah, mengawali bangun tidur dengan tahajud. Tahajud mencetak selebritis akhirat, yang memiliki kedudukan (maqam) terpuji.

Kedua shalat berjamaah, khususnya Maghrib, Subuh sampai dengan Isyraq. Memakmurkan masjid di maghrib. Istilah tarawih mengandung makna istirahat. Dilaksanakan dengan tenang, relaks, tidak terburu-buru.

Shaum yang baik adalah yang benar-benar menjaga panca indera dan hati, berjalan di atas jalan Allah dan menjadikan Allah sebagai tujuan.

Permintaan kedua para ahli makrifat adalah meminta agar mampu menegakkan ibadah (Hak-hak Ketuhanan). Allah yang layak diibadahi tapi bukan berarti butuh. Ibadah bukan untuk menyengsarakan tapi mensejahterakan. Puasa bukan menzalimi tapi justru menyehatkan.

Semoga kita menjadi orang yang digiring oleh cahaya-Nya sehingga mampu menegakkan hak-hak-Nya.

@MK_IDRISIYYAH

Kampoeng Futuh, 11 April 2021/29 Sya`ban 1422 H