KAJIAN

ARTIKEL


DZIKIR DENGAN ISIM MUFRAD




idrisiyyah.or.id | 

Semakin akhir Ramadhan harus meningkat kualitas dan kuantitas amal.

Wirid-wirid thariqah disusun dan ditertibkan oleh para Masyayikh, ini yang bersifat khusus. Dzikir yang bersifat umum tidak disyaratkan, bergantung batin. Husnul amal nataiju husnul ahwal. Kondisi jiwa berubah-ubah. Ketika ingat ia membaca dzikir-dzikir tertentu.

Hukum dzikir dengan isim mufrad:

Firman Allah SWT:

1. Dan berdzikirlah Nama Tuhanmu .. (QS. Al Muzammil: 8)

2. Dan katakanlah (wahai Nabi) Allah, kemudian tinggalkan mereka. (QS. Al Anam: 91)

3. Dan sebutlah Nama Tuhanmu di waktu pagi dan sore. (QS. Al Insan: 25)

Hadits-hadits:

Dari Anas bin Malik Ra bahwa Rasulullah Saw bersabda: 'Tiadalah terjadi hari kiamat melainkan tidak ada diucapkan di muka bumi 'Allah Allah Allah'.

Perumpamaan orang yang berdzikir dengan yang tidak bagaikan orang yang hidup dengan yang mati. Produktif dan tidak. Maka sebelum terjadi hari kiamat malaikat meniupkan angin segar sehingga orang-orang yang beriman mati (dengan menyenangkan).

Imam Thahawi berkata bahwa dzikir dengan Nama Allah adalah maqam yang tertinggi. Syekh Abul Abbas Al Mursi berkata: Hendaklah engkau dzikir dengan menyebut Allah Allah. Karena Nama Allah itu merupakan Raja-nya Nama. Dan Nama itu memiliki keutamaan dan buah. Kelapangannya ilmu dan buahnya adalah cahaya.

Dzikir kepada Allah dengan Dhamir Huwa. Berdzikir kepada Allah bergantung kondisi batin sehingga melahirkan dzikir yang beraneka ragam. Orang yang berdzikir dengan isim Dhamir (Huwa) adalah karena seringnya mengagungkanNya. Sehingga ia merasa sungkan dan hanya mampu menyebut Dhamir-Nya. Dalilnya adalah Ayat Kursi, Allah tiada sembahan kecuali Dia Yang Maha Hidup dan Berdiri Sendiri. Inilah kondisi malunya jiwa orang yang sering mengagungkan Allah. Seperti Bilal ketika disiksa oleh kaum kuffar, dan ia hanya mampu menyebut 'Ahad Ahad'. Ia yang sedang bercinta sering menyebut si Dia (Hu).

Di masa Nabi Saw ada orang yang berkata 'wahai Nabi, ada si Fulan yang datang mengganggu?' Nabi Saw bersabda: 'Biarkan, ia sedang rindu kepada Allah'. Nabi Saw adalah orang yang paling cinta dan rindu kepada Allah. Kondisi batinnya sudah stabil.

@MK_IDRISIYYAH Kampoeng Futuh, 27 Ramadhan/9 Mei 2021