KAJIAN

ARTIKEL


ABUR RUH, BAPAK RUHANI




idrisiyyah.or.id | 

Dalam kitab Fuyūdhāt al Mawāhib al Makiyyah karangan Syekh Ahmad Sanusi disebutkan bahwa ruh manusia itu yang berasal dari haykal an nurānī (cahaya). Hebat sekali Allah ciptakan manusia berbentuk cahaya. Ruh manusia itu membutuhkan pembimbing seperti jasad yang memiliki bapak jasmaninya. Istilahnya ada bapak jasmani (biologis), dan bapak ruhani. Bapak biologis adalah yang membesarkan jasmani, dan yang menjadi bapak ruhani adalah para Nabi dan Ulama Rabbani bagi umatnya. Jasmani bisa tumbuh dari mulai janin, bayi sampai besar karena ada yang membesarkannya.

Maka jangan lupa, jangan sampai jasmaninya tambah tua tapi ruhani masih anak-anak. Sudah lanjut tapi masih main skak ster. Orang-orang pergi ke masjid tapi dia masih menghabiskan waktu dengan dengan permainan-permainan. Tubuhnya seperti orang dewasa tapi ruhaniyah atau mentalnya anak-anak. Jasmani tumbuh seiring dengan waktu tapi ruhaninya tidak ada yang membimbing. Maka mentalitasnya tetap anak-anak, tidak dewasa, tidak berjiwa besar, karena ruhaninya tidak ada yang membesarkan. Potensi ruhaninya dicampakkan begitu saja.

Oleh karenanya para Nabi dan Ulama Rabbani disebut dengan Abur Ruh, bapak ruhani. Di kalangan para Nabi ada Abul Basyar (bapaknya manusia) yaitu Nabi adam As. Ada pula bapak ruhani yakni Nabi Muhammad Saw. Potensi besar jasmani dan ruhani harus tumbuh kembang sebab kalau dicampakkan atau dibiarkan betapa ruginya.

Fenomena yang sering terjadi di zaman sekarang di mana ada orang tua yang membunuh anaknya atau sebaliknya ibu kandung membunuh anaknya. Korupsi merajalela, pembunuhan, penganiayaan. Coba renungkan persoalan apakah ini? Apakah karena persoalan jasmani atau ruhani yang rusak? Ruhani rusaklah penyebabnya. Ia tidak ditumbuhkembangkan sehingga berani melakukan tindakan jahat tanpa dipertimbangkan. Pemandangan bertebarannya pemberitaan kasus-kasus kejahatan, tiada lain karena faktor ruhani yang tidak ada yang menumbuhkembangkannya. Di sinilah pentingnya pembahasan tasawuf yang membahas tentang hati atau ruh sebagai penentu kebahagiaan atau kesengsaraan.

@MK_IDRISIYYAH (Petikan Serambi Islami, Syekh Akbar M. Fathurahman, M.Ag)