KAJIAN

ARTIKEL


INGIN BERJUMPA NABI SAW




idrisiyyah.or.id | 

Ada seorang santri bertanya, 'wahai guruku, aku sudah bershalawat tiap malam, bahkan malam Jumat lebih banyak shalawatnya, tapi belum pernah berjumpa dengan Nabi walaupun dalam mimpi'. Guru yang ahli mendidik tersebut terdiam beberapa saat. Akhirnya si santri itu diajak makan dengan hidangan yang terbaik ala pesantren, yakni ikan asin. Perintah gurunya harus dihabiskan termasuk kepalanya. Maka santri yang belajar turut kepada gurunya tersebut memakannya hingga habis satu ekor ikan asin besar. Ketika mau mengambil air minum ia dilarang oleh gurunya, 'kamu setelah makan tidak boleh minum sampai besok setelah tidur'. Rasa kering di tenggorokan membuatnya tidak nyaman. Si santri itu sulit tidur karena merasa haus. Tidurnya pun dalam keadaan gelisah. Ketika tidur yang diingat hanyalah air, air, air. Sampai pada saat tidur ia mengigau dengan kata-kata yang sama air, air, air. Setelah bangun si santri ditanya, 'kamu tadi mimpi apa sampai ngigau?' Jawabnya, 'air.' Kenapa?' Karena sebelum tidur butuhnya kepada air luar biasa. 'Nah,' kata Gurunya, sekarang apakah kamu setiap mau tidur butuh dan kangennya kepada Nabi Saw sudah begitu belum?' Si santri terdiam, ternyata selama ini belum seperti itu, cuma di bibir.

Kalau cinta dan rindu kepada Nabi Saw seperti butuhnya kepada air hatinya akan gelisah ingin segera buru-buru berjumpa. Jumpa dengan kekasih inginnya segera tak ingin ditunda. Kalau batin sudah sampai seperti itu, baru satu syarat. Ingin berjumpa Nabi banyak syaratnya. Ingin berjumpa dengan Presiden saja banyak syaratnya. Jika engkau memenuhinya Insya Allah akan dijumpai akan dengan Rasulullah Saw walaupun dalam keadaan mimpi.

@MK_IDRISIYYAH (Petikan Serambi Islami, Syekh Akbar Muhammad Fathurahman)