KAJIAN

ARTIKEL


AL HARAKAH AL ISLAMIYAH (PERGERAKAN ISLAM)




idrisiyyah.or.id | 

Islam adalah agama yang diturunkan Allah. Bermacam-macam pemahamannya. Ada yang menganggap di luar Islam termasuk agama, padahal hanya satu yang diakui. Innad dīna indallāhil Islām. Islam maknanya ketundukan yang membuahkan keselamatan.

Agama itu dibawa oleh para pewaris setelah wafat Nabi terakhir. Ulama banyak membagi jenis-jenis Ulama. Pertama Ulama zahir, yang menguasai keilmuan yang bersifat zahir. Kedua Ulama Rabbani (j. rabbaniyyun), yang menguasai keilmuan yang bersifat batin. Inilah Ulama yang dimaksudkan Rasulullah Saw dan menjadi pewaris para Nabi. Ilmu yang diberikan kepada Rasulullah Saw didapatkan Ulama Rabbani (lahir dan batin). Perkara-perkara penting yang dibawa oleh Nabi Saw tidak hilang, contohnya bai'at (sumpah setia). Nabi Saw dibaiat oleh para Sahabat Ra, dan Ulama Rabbani pun demikian. Ulama biasa tidak dibaiat oleh umatnya.

Al Quran: Innalladzī yubāyi'ūnaka innamā yubayi'ūnallāh (Sesungguhnya mereka yang berbai'at (bersumpah setia) kepadamu adalah bersumpah setia kepada Allah. Maksud bai'at adalah menjadikan sosok yang dibai'at sebagai imam. Esensi bai'at adalah pengakuan imam.

Hadis: man māta walaysa fi 'unuqihī bay'atun māta mītatan jahiliyyah (Barang siapa mati dalam kondisi tidak ada bai'at pada dirinya maka matinya seperti mati dalam keadaan jahiliyyah). Man māta bighoyri imām māta mītatan jahiliyyah (Barang siapa yang tidak memiliki imam matinya seperti jahiliyyah).

Umat berbeda pendapat tentang bai'at yang telah jelas dalilnya. Pertama, bai'at berlaku jika sudah terbentuk daulah Islamiyah. Sampai kiamat bai'at tidak akan berlaku. Mereka menggunakan referensi jadul, seperti pemikiran Al Mawardi (Ahkāmus Sulthāniyyah). Kedua, bai'at berlaku pada kepemimpinan yang sah di wilayah masing-masing di zamannya.

Maksud Al Quran dan As Sunnah tentang masalah bai'at adalah kepada pewaris Nabi Saw (Ulama Rabbani). Tidak perlu menunggu terbentuknya daulah Islamiyyah. Sebab bai'at pertama kali terjadi sebelum hijrah, yakni sebelum terbentuknya Daulah Islamiyyah. Kondisinya sedang tertekan dan terusir dari kampung halamannya.

Fase Kehidupan Nabi Saw:

0 Qablal hijrah, 13 tahun di Mekah. Perintah bai'at sudah ada. Puluhan orang Madinah telah berbai'at.

0 Ba'dal Hijrah, 10 tahun di Madinah. Selesai hijrah kepemimpinan Beliau belum diakui (sampai th 8 H pada Fathu Makkah), Orang-orang Mekah terbuka hatinya memeluk Islam.

0 'Āmul Wufud, Tahun datangnya para delegasi/kabilah untuk memeluk Islam dan menyerahkan wilayahnya. Di tahun ini posisi Nabi Saw sebagai Nabi, Rasul dan Imam. Meskipun sudah ada syarat negara sudah terbentuk pada tahun ini (ada teritorial, warga, UU) tidak juga kepemimpinan Beliau dinamakan daulah. Saat itu tidak ada istilah daulah atau dinasti, yang ada di masa itu dan sebelumnya adalah Mamlakah (Kerajaan).

0 Wafat. Pengangkatan Abu Bakar Ash Shidiq sebagai khalifah (sistemnya bernama khilafah Islamiyyah).

Dilihat konteks hari ini aspek-aspek pergerakan Islam:

1. Pendidikan (Tarbawi), dibentuk lembaga mulai PAUD, Dasar, Menengah, Tinggi. Fungsinya sebagai pengkaderan (regenerasi) untuk menopang pergerakan Islam. Menyelenggarakan pendidikan bukan untuk tujuan mencari selembar ijazah seperti lembaga pendidikan lain. Kadernya harus menguasai ilmu agama dan pengetahuan umum. Menjadi kepanjangtanganan Mursyid adalah profesi yang mahal.

2. Ekonomi (Iqtishadiyyah).

3. Kemasyarakatan (Ijtimaiyyah).

4. Dakwah (Da'awiyyah).

Proses pengkaderan (Tarbawi) menjadi ujung tombak semuanya. Karena akan melahirkan SDM dan mengembangkan aspek lainnya.

Harakah Islamiyyah tantangannya semakin besar, baik dari internal (hawa nafsu) maupun eksternal (lingkungan). Ghazwatul Fikri (perang pemikirian) amat banyak, segudang program, seperti film, dll. Tidak terasa alam pikiran manusia dilarikan ke dunia. Program harakah Islamiyyah adalah pergerakan yang mengikuti kehendak Allah, dan membawa misi besar menyelamatkan manusia (dari lembah hitam). Betapa mulia dan mahal tugasnya. Karenanya tanamkan kedisiplinan dan tanggung jawab pada masa pendidikan.

Betapa sulit mengingatkan manusia kepada jalan Allah. Manusia mudah sadar dan lalai. Hati yang sudah terbuka, pasti ia mempersiapkan diri. Dalam benaknya hari ini adalah bekal untuk besok. Tidak perlu menunggu besok. Hari ini adalah kesempatan yang mahal. Tidak disia-siakan. Sebab besok akan kembali kepada Allah.

Manusia yang tertutup dan terkunci mati oleh hawa nafsunya, ketika dihadapkan kepada kematian saudaranya hanya sekadar larut dengan kesedihannya dan sadar beberapa saat, setelah itu ia kembali lalai dan tertawa-tawa lagi. Hanya itu saja.

Kita punya tanggung jawab yang besar, di samping mengingatkan diri sendiri juga orang lain. Orang yang membawa kebenaran tidak akan pupus, selalu ada di setiap zaman walau banyak orang yang menentangnya.

Tumbuhkan sikap kesungguhan dalam menuntut ilmu, kedisiplinan, dan tanggung jawab yang besar sehingga menjadi orang yang terbaik di sisi Allah.

@MK_IDRISIYYAH

Kampoeng Futuh, 4 Dzulqadah 1442 H/15 Juni 2021