KAJIAN

ARTIKEL


ISTILAH HAKIKAT DALAM AL QURAN




idrisiyyah.or.id | 

Qini Nasional 147 malam 1.

10 malam pertama di bulan Dzulhijjah memiliki kemuliaan sebagaimana yang tertera dalam Q.S Al Fajr. Kita dianjurkan untuk menghidupkan malam 10 Dzulhijjah sampai malam takbir. Haqiqat ditemukan di dalam Al-Qur'an dengan makna 'sesungguhnya'. Dalam Q.S Ali Imran: 102 Allah memerintahkan untuk bertakwa dengan taqwa yang hakiki "haqqo tuqotih" (taqwa yang sesungguhnya). Hakikat dalam taqwa ini harus di raih.

Di dalam al Quran banyak istilah-istilah yang diangkat. Para Ulama membahas hakikat dalam ilmu tasawuf. Ada 1000 definisi tentang hakikat. 1000 ulama seribu pendapat. Setiap jiwa ulama menggambarkan luasnya Ilmu Allah. Kita hidup di akhir zaman, sehingga bisa merasakan ilmu-ilmu Allah yang diberikan kepada utusan-Nya. Ilmu-ilmu berbagai Ulama dapat diketahui, sehingga dengan banyaknya keanekaragaman ilmu membuat kita semakin luas wawasannya.

Taqwa; ibarat an imtitsalil awamirillah wajtinabi an nawahi, yakni ungkapan dari menjalani perintah-perintah Allah dan menjauhi larangann-larangan Allah.

Dalam kitab Tanwir al Qulub karya Syekh Amin al Kurdi disebutkan ada 3 tanda hakikat yang mendasar:

1. Riqqotul hijab baina abdi wa ma baina ma amanna bih. Tipisnya hijab antara hamba dan Allah. Bahkan ada yang di angkat (rof'ul hijab) atau mukasyafah. hijab yang dimaksud adalah hijab hati. Allah SWT itu qorib atau lebih dekat dari urat leher sendiri. Dia tidak kelihatan karena adanya hijab hati. Hijab itu ada 2: Dunia dan Makhluk. Dan juga penyakit-penyakit hati. Semakin pekat hijab maka hati tidak akan menyaksi kepada Allah SWT. Orang yang memperoleh hakikat hijabnya semakin tipis, sehingga ia bisa merasakan hadir-Nya Allah dan hadirnya malaikat dan Rasul-Nya.

2. Takhalli an nafsi an rodzailil akhlaq wa tahliha bi sifati mardiyyah wa akhlaqi saniyyah, yakni kosongnya hati dari akhlak yang kotor/busuk dan menghiasi dengan akhlak yang terpuji. Penyakit hati akan kelihatan di lapangan kehidupan. Seperti hasad, kepada seseorang yang diberi lebih darinya (naik jabatannya) sehingga timbul kebencian dan bahkan bagaimana cara untuk menjatuhkannya. Untuk menghilangkannya harus dengan muhasabah, dan membersihkannya.

Bagian kedua ini akan membentuk akhlak di dalam hati (jiwa). Bahkan para ulama mengatakan tujuan ilmu tasawuf adalah akhlak yang baik, apabila hati bersih maka tercermin dalam akhlaknya yang mulia. Menurut Imam asy Syafi'i: "Sesuatu kemuliaan bagi seseorang adalah ia bersikap waro, ketika sedang kholwat atau menyendiri."

Sabda Rasulullah Saw, pernah mengatakan: "Yang aku sangat takutkan apabila kekayaan diberikan kepada kalian (umat muslim), karena ketika banyak harta, jabatan maka banyak yang hatinya mati".

3. Tayassurul a'mali sholihah, yakni dimudahkan dan diringankan beramal soleh. Memulai amal bagi mubtadi' (pemula) itu sangat berat sekali (huffat bil makarih), sebab nafsu tidak suka beribadah. Tetapi apabila mujahadah (memerangi hawa nafsu) Allah akan memberikan hakikat, sehingga ibadah terasa manis (ringan).

Rahasia mudah beramal sholeh dan ibadah yaitu menaruh kata-kata surga, surga, surga di dalam benaknya yang dimotivasi oleh para malaikat.

Akhirat adalah hari esok, hari ini adalah berbekal untuk hari esok. Syekh Ibnu Athaillah as Sakandari: "ketika Allah menjadikan zohirmu menjalankan perintah Allah bathin tunduk atas kekuasaan Allah, Itulah karunia/nikmat terbesar."

@MK_IDRISIYYAH

Kampoeng Futuh, 6 Dzulhijjah 1442/15 Juli 2021