KAJIAN

ARTIKEL


WALI ABDAL & KRITERIANYA




idrisiyyah.or.id | 

Mutiara Qini Nasional 147 malam ke 2

بيت الولاية قسمت أركانه # ساداتنا فيه من الأبدال ما بين صمت واعتزال دائما # والجوع والسهر النزيه الغالى

Tiang bangunan Wali Abdal adalah:

1. As Shumtu (diam/tidak banyak bicara). Nabi Saw bersabda: "man kana yu'minu billahi wal yaumil akhir falyaqul khairon aw li yasmut" (barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka berkatalah yang baik atau lebih baik diam."

2. I'tizal/uzlah (menyempatkan diri untuk uzlah/khalwat), yakni memutuskan komunikasi dengan makhluk dan menyambungkan komunikasi dengan Allah. Khalwat berarti menutup panca indera dengan makhluk untuk menghubungkan diri kepada Allah. Bagi orang Tarekat Isoman (isolasi mandiri) itu adalah dijadikan khalwat, dengan memperbanyak dzikir.

3. Al Ju' (lapar), artinya berpuasa fardhu atau yang sunnah.

4. As Sahr (begadang), yakni mengurangi tidur malam dengan qiyamullail, bangun di 1/3 malam. Sabda Rasulullah Saw: "orang yang tidur itu diikat oleh setan dengan 3 ikatan. Pecah ikatan 1 dengan bangun, pecah ikatan 2 dengan berwudhu dan pecah ikatan 3 dengan mendirikan sholat" Wali Abdal artinya wali pengganti yang jumlahnya 40.

"Semuanya kelak akan memikul di akhirat apa yang telah diperbuatnya di masa di dunia."

Kisah Zuhudnya Salman Al Farisi Ra: Salman Al Farisi adalah orang yang melanglang buana dari Persia (Iran) sampai ke Madinah untuk mencari kebenaran, menelusuri agama Majusi, Yahudi pernah dijalaninya.

Salman Al Farisi ingin bertemu dengan seseorang di Madinah yang bernama Muhammad, karena pada kitab Injil sudah tertera bahwa akan ada Nabi terakhir setelah Nabi Isa yang bernama Ahmad.

Ia menguji Kenabiannya dengan memberikan zakat, maka Nabi Saw menolaknya, karena Beliau hanya menerima hadiah saja. Sebab zakat adalah kotoran (harta). Dan ini sesuai dengan tanda kerasulannya.

Kedua ia meminta kepada Nabi Saw untuk membuka bajunya untuk melihat tanda Kenabian di bahunya, dan ternyata ada.

Dan ia melihat geografis kota Madinah, kebun-kebunnya sama dengan apa yang dijelaskan di kitab injil yang asli (sekarang sudah tidak ada kitab tsb).

Akhirnya Salman Al Farisi mengucapkan 2 kalimat syahadat, mempercayai bahwa Muhammad adalah utusan Allah, dengan beberapa perjalanan untuk mencari kebenaran. Dan Salman Al Farisi berjuang bersama Sahabat Ra lainnya, paling Zuhud pada masa Umar Ra, ia menolak untuk menerima gajinya, dan ia mencari uang dengan tangannya sendiri dengan membuat wadah dari tali-talian atau daun-daunan.

Pada suatu hari Salman Al Farisi ingin menikah, ia jatuh cinta kepada seorang wanita, keluarga dari Abu Darda Ra. Maka hasratnya disampaikan kepada Abu Darda tersebut bahwa ia ingin melamarnya. Lalu Abu Darda menjelaskan tentang kebaikan-kebaikan Salman Al Farisi tersebut. Dan ia pun berniat untuk meminang tetapi keluarganya menolak pinangan tersebut. Lalu keluarganya berkata bahwa aku ingin menikahinya denganmu wahai Abu Darda. Lalu ia menikahinya.

Setelah menikah Abu Darda pun menghampiri kepada Salman Al Farisi dan mengatakan ia malu bahwasanya ia telah menikahi wanita yang sebelumnya ingin Salman nikahi. Mendengar berita tersebut Salman Al Farisi malah tersenyum, dan berkata bahwa aku yang seharusnya malu bahwa aku yang malu sudah ingin menikahi wanita yang sudah di takdirkan denganmu. (Qishasul Awliya)

Zaman sekarang sudah tua, bahkan pada masa Nabi sudah diibaratkan seorang nenek yang bersolek, menampakkan kecantikannya. Dalam kondisi demikian kita harus bangkitkan kesadaran bahwa kita ditakdirkan oleh Allah dijadikan umat akhir zaman.

@MK_IDRISIYYAH

Kampoeng Futuh, 7 Zulhijjah 1442/16 Juli 2021