KAJIAN

ARTIKEL


MAQASHID TASAWUF




idrisiyyah.or.id | 

Mutiara Qini Nasional 147 malam ke-3

Rukun agama Islam ada 3;

1. Aqidah (Tauhid)

2. Syariah (Fiqih)

3. Ihsan (Tasawuf)

Ada juga sebagian ulama yang memandang hanya 2 aqidah dan syariah, tetapi mayoritas ulama berijtihad rukun agama ada 3, berlandaskan hadits Jibril As yang ketika itu datang kepada Nabi Muhammad Saw untuk mengajarkannya. Dalam hadis itu disebutkan 'atakum Jibril yu'allimukum dinakum' (telah datang Jibril mengajarkan agama kepada kalian). Jibril mengajarkan 3 hal:

- iman (melahirkan Ilmu tauhid)

- islam (melahirkan ilmu fiqih)

- ihsan (melahirkan ilmu tasawuf).

Dalam kitab Mausu'ah Al Yusufiyyah

karangan Syekh Yusuf Khathar Muhammad, disebutkan istilah Maqashid (Tujuan) Tasawuf yang terhimpun dalam 5 hal:

Pertama,

صَفَاءُ النَّفْسِ وَمُحَاسَبَتُهَا

Jiwa yang bersih dan selalu bermuhasabah. Jiwanya dibersihkan Allah SWT. Apabila sudah bersih maka akan ringan/tenang. Tetapi apabila hati kotor maka tidak akan ada ketenangan dan hidup terasa tidak nyaman.

Kedua,

قَصْدُ وَجْهِ اللهِ تعالى

Memandu jiwa agar lurus hanya kepada Allah, menumbuhkan keikhlasan dalam hati.

"Amal-amal zahir adalah gambaran bangunan yang kosong, dan yang menjadi isinya adalah keikhlasan amal tersebut."

Keikhlasan menjadi ruh di dalam hati. Keikhlasan tidak akan tumbuh di hati yang kotor, tetapi di hati yang bersih.

Beribadah bukan karena makhluk, tetapi semata-mata karena Allah SWT.

Di akhirat kelak orang-orang yang tak ikhlas akan meminta amalnya kepada Allah. Maka Allah mengatakan 'untuk siapa sesungguhnya amalmu di lakukan?' Maka terungkaplah semua tujuan amalnya. Lalu Allah memerintahkan untuk meminta amal kepada makhluk yang ia tuju.

Pada kitab Ar-Risalah Al Qawaid

Syekh Ahmad bin Idris berkata, "Bahwa setiap murid sebelum beramal maka periksalah dulu hatinya, kalau belum ikhlas atau tercampur dengan niat-niat lainnya maka bersihkanlah terlebih dahulu. Setelah bersih, maka silakan kerjakan amal ibadah tersebut."

Ketiga,

التَّمَسُّكُ بِالفَقْرِ وَالاِفْتِقَارْ

Berpegang teguh (batin) dengan senantiasa merasa butuh kepada Allah.

Allah telah memberikan 2 macam nikmat, yaitu: nikamatul ijad, yakni nikmat dijadikan/diciptakan makhluk oleh Allah. Kedua nikmatul imdad, yakni nikmat penyertaan hidup, setelah dijadikan/diciptakan oleh Allah.

Orang-orang yang marifat kepada Allah akan mendesak rasa butuhnya kepada Allah. Karena merasa hidup ini bukanlah miliknya tetapi anugerah dari Allah. Maka tumbuhkanlah pada hati rasa butuh kepada Allah.

Keempat,

تَوْ طِيْنُ القَلْبِ عَلَى الرَحْمَةِ وَ المَحَبَّةِ

Memenuhi jiwa/hatinya dengan Rahmat dan kecintaan.

Orang-orang yang dipuji oleh Allah adalah: pertama, orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah, baik dalam keadaan lapang maupun sempit. Kedua, orang yang menahan amarah ketika sedang marah. Ketiga, orang yang memaafkan orang yang sudah berbuat jahat kepadanya.

Kelima,

التَّجَمُّلُ بِمَكَارِمِ الاَخْلاَقِ

Menghiasi diri dengan akhlak yang mulia. Akhlak yang komprehensif (menyeluruh), akhlak kepada siapapun dan berakhlak dalam kesendirian maupun keramaian.

@MK_IDRISIYYAH

Kampoeng Futuh, 8 Dzulhijjah 1442 H/17 Juli 2021