KAJIAN

ARTIKEL


TANDA-TANDA KEMURSYIDAN SYEKH AKBAR MUHAMMAD FATHURAHMAN




idrisiyyah.or.id | 

Salah satu tanda akan terjadinya pelimpahan tugas kepemimpinan kepada Beliau (sebagaimana terjadi pada masa Mursyid sebelumnya) adalah banyak tugas kemursyidan diberikan pada saat ia menjadi pengurus. Di antaranya adalah diutus dan menggantikan posisi Gurunya untuk berceramah di berbagai momen, memutuskan urusan penting organisasi, baik bidang usaha, pendidikan, dan lainnya. Semakin banyaknya tanggung jawab yang dilimpahkan atasnya membuatnya semakin dewasa (matang) dalam memutuskan berbagai perkara. Proses pembentukan kepribadian inilah yang menjadi modal kepemimpinannya di kemudian hari.

Beliau adalah satu-satunya Ustadz yang dikirim untuk mewakili Al-Idrisiyyah menghadapi para tokoh Ulama terkemuka seluruh Lombok pada saat sebelum Syekh al-Akbar Muhyiddin berkunjung ke Pulau Seribu Masjid tersebut. Berawal dari tawaran seseorang kepada Syekh al-Akbar Muhyiddin untuk berdakwah ke sana, tapi dengan suatu syarat. Pihak Al-Idrisiyyah mesti mengirimkan utusan dari Dewan Gurunya untuk bertemu dengan 9 tokoh Ulama terkemuka di Lombok dan mampu menjawab berbagai permasalahan. Masing-masing Tuan Guru (sebutan Ulama di sana) memiliki karakteristik kepribadian dan keilmuan yang berbeda dan unik. Kebanyakan dari mereka adalah sudah berusia lanjut (sepuh).

Tawaran tersebut akhirnya direspon dengan mengirimkan Ustadz Muhammad Fathurahman, dengan didampingi seorang murid. Di antara Tuan Guru tersebut ada yang sulit ditemui karena kebiasaannya berkhalwat (menyendiri). Namun atas izin Allah melalui keberkahan para Mursyid Al-Idrisiyyah yang Beliau panjatkan, Kiyai tersebut keluar dari persembunyiannya. Bahkan sudah mencium aroma kedatangannya sebelum Ustadz M. Fathurahman tiba di tempatnya.

Dengan tekad dan semangat yang kuat, Beliau men-jalankan amanat tugas yang dipercayakan kepadanya, meski perjalanan yang dicapai dari satu Ulama ke tempat Ulama yang lain teramat jauh lokasinya. Dengan menyandarkan segala kekuatan dan kemampuan diri kepada Allah dengan bantuan keberkahan para Mursyid, maka satu persatu tantangan dapat dilaluinya. Demikian pula pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh para Tuan Guru kepadanya dapat diatasi satu persatu. Setelah semuanya didatangi, Ustadz M. Fathurahman dinyatakan lulus sebagai wakil Al-Idrisiyyah. Hal ini membuka jalan dakwah Syekh al-Akbar Muhyiddin sebelum berinteraksi dengan komunitas Ulama dan umat Islam di sana.

(Diambil dari: Biografi Tokoh-tokoh Idrisiyyah)