KAJIAN

ARTIKEL


PERAN ULAMA SUFI DI NUSANTARA




idrisiyyah.or.id | 

Dzikir Makhsus, 6 Januari 2022/ Jumadil Akhir 1433

Pakar dalam ulama tasawuf disebut sufi. Ulama sufi adalah ulama yang ilmunya sempurna. Para ulama sufi menguasai 3 disiplin ilmu, tauhid, fiqih dan tasawuf. Setiap ulama sufi adalah ahli fiqih, tidak sebaliknya, tidak semua fuqoha menguasai ilmu tasawuf. Ulama Muhaqqiqin mengungkapkan, 'Setiap Sufi adalah seorang faqih (paham hukum), tapi tidaklah sebaliknya'.

Para Sufi berperan sekali dalam penyiaran Islam di Nusantara? Yang disebut Nusantara meliputi pulau-pulau (nusa) seperti Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Philipina, termasuk Patani Thailand Selatan. Masuknya Islam ke Nusantara pada waktu itu dengan cara yang damai tanpa peperangan yang berarti, karena yang menyebarkannya adalah para sufi yang menguasai ilmu agama. Rasulullah Saw sebelum diutus melakukan proses riyadhah dan mujāhadah di gua Hiro. Mulai dari wilayah paling barat Indonesia (Aceh) terdapat seorang Ulama besar yakni Syekh Abdur Rouf As Singkli hidup sekitar abad ke 16.

Tarekatnya disebut Syathariyah (yang didirikan oleh Syekh Abdullah As Syathari Rhm). Syekh Abdur Rouf As Singkli adalah seorang Mufti Kerajaan Islam Aceh Samudra Pasai. Mufti adalah orang yang memberikan fatwa kepada raja. Dengan adanya tokoh Ulama Sufi di Aceh membuat penyebaran Islam menjadi pesat. Agama saat itu didukung oleh kekuasaan. Tanpa kekuasaan agama menjadi lemah. Kekuasaan tanpa agama bobrok. Yang terbaik adalah sinergi dua kekuatan antara umaro dan ulama. Beliau memiliki beberapa murid, di antaranya Syekh Burhanudin urakat di Sumatera Barat.

Kesultanan Samudera Pasai ini bersinergi dengan Kesultanan Pagaruyung di Sumatera Barat. Murid lainnya adalah Syekh Abdul Muhyi Pamijahan Tasikmalaya, tarekat yang dibawanya adalah Syathariyah. Thariqah Mu'tabarah menurut Syekh Abu Yazid Al Busthami:

1. Dibentengi oleh Qur'an dan Sunnah,

2. Bangunannya adalah perjalanan atau suluk para Nabi dan para Wali-wali pilihannya. Qalbu itu sesuatu yang abstrak, susah dipegang dan dikendalikan. Dalam tarekat itu 2 saja riyadhah (melatih hati) dan mujahadah (menundukkan hawa nafsu). Dalam kitab Minhajul 'Abidin Imam Al Ghazali mengatakan bahwa urusan rezeki sering mengganggu ibadah. Makanya jangan sampai pengeluaran lebih besar dari pendapatan. Berhati-hatilah dalam berbelanja. Kehidupan ini ujian, ada berbagai macam profesi. Hakikatnya Allah yang membagi-bagi profesi.

Betapa nikmat kalau dalam urusan dunia melihat ke bawah, urusan agama melihat ke atas. Itulah alamat orang yang bahagia. Supaya terhindar dari maksiat sibukkan diri dengan ibadah dan dzikir sehingga tidak ada ruang untuk berbuat maksiat.

Janganlah hati menjadi tong sampah. Hati melihat orang lain keburukan saja. Busuknya hati mengakibatkan busuk panca indera. Hatilah yang akan dibawa pulang kepada Allah. Maka cek hati kita. Ada apa dalamnya? Apakah dunia, makhluk, atau kenikmatan bersama Allah. Perkembangan Islam berikutnya adalah di Palembang yakni lewat sosok Syekh Abdus Shomad Al Palembangi putra dari mufti Kesultanan Kedah Malaysia. Beliau mengarang kitab Siyarus Salikin. Beliau pertama mesantren dulu di Kesultanan Patani Thailand Selatan. Kesultanan Patani ini dikalahkan oleh kerajaan Siam yang beragama Budha.

Kemudian di Jawa Barat, terdapat Syekh Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati. Beliau adalah putra dari raja Mesir Syarif Abdullah dan Lara Santang. Meski termasuk putra mahkota, Beliau menolak karena teringat pesan ibunya agar pulang ke Jawa Barat kalau sudah berusia 20 tahun. Beliau akhirnya menjadi raja di Cirebon.

Predikatnya sebagai sultan (raja) dan ulama. Beliau memiliki anak yang bernama Sultan Hasanudin yang menjadi raja di Banten. Di Jawa Tengah dan Jawa Timur dikenal ada Wali Songo. Di Kalimantan Selatan (Banjar) ada Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari. Di Sulawesi (Gowa Selatan) ada Syekh Yusuf al Makasari.

Ulama sufi di Nusantara berperan menyebarkan ajaran Islam dengan cara damai tanpa peperangan yang berarti. Sebab ulama sufi adalah ulama yang sudah mencapai hakikat. Orang yang sudah mendapatkan hakikat (kebenaran) akan mengalami pencerahan jiwa. Sehingga Ulama sufi ini bisa masuk ke jantung kekuasaan.

Kalau rajanya sudah masuk Islam maka tentu rakyatnya akan berbondong-bondong masuk Islam. Kalau Islam ingin berjaya lagi di Nusantara di akhir zaman, maka harus kembali kepada tasawuf dengan hadirnya ulama sufi yang penuh dengan kebijaksanaan.

@MK_IDRISIYYAH