KAJIAN

ARTIKEL


PANDANGAN IBNUL QAYYIM TERHADAP ABUR RUH




idrisiyyah.or.id | 

Diambil dari kitab Mauqif Aimmah As Shufiyyah wa Al Tashawwuf, karya Syekh Abdul Hafizh Al Makki. Menurut pengarangnya: Siapa saja yang menuding Tasawuf berasal dari Agama lain adalah kebohongan besar. Para Ulama dahulu telah banyak membenarkannya.

Ibnul Qayyim dalam kitabnya Madarijus Salikin Jld III, menjelaskan Al wijlu dalam 4 level.

(Pertama) At Tawajud. (Ini adalah istilah tasawuf). Artinya kondisi ruhani ketika diperintahkan masih terasa berat (terbebani).

(Kedua) Al Mawajid. Artinya kondisi ruhani mendapatkan hasil dari wiridnya. Di antaranya diangkatnya kesenangan yang menghijau.

(Ketiga) Al Wijdu, adalah buah pekerjaan (amal) hati, berupa cinta karena Allah dan benci karena-Nya.

(Keempat) Al Wujud, adalah puncak tertinggi maqam Ihsan. Qalbu yang dikuasai ini akan menyaksikan Allah.

Menggambarkan perbedaan ini betapa sulit, seperti membedakan gula dan madu. Hanya perlu disodorkan/mencicipi secara langsung. Agama perlu dipraktekkan, buktikan, rasakan.

Dalam surah Fushilat ayat 30, Allah SWT berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ

"Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: "Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu."

Qalbu nya dilahirkan kembali. Tabiat yang sebelumnya buruk diganti dengan yang baru.

Syekh Ibnu Taimiyah menuturkan tentang 2 kelahiran. (Pertama) kelahiran jamani sebagaimana diketahui, (kedua) kelahiran qalbu (ruh), yakni keluarnya ruh dari cengkeraman nafsu dan gelapnya tabiat berupa nafsu-nafsu yang jahat. Seakan-akan ruhnya baru dilahirkan.

Syekh Ibnul Qayyim selanjutnya, yang melahirkan ruh adalah Abur Ruh yakni Nabi Saw. Nabi Saw adalah Awla bila mu'minin. Ubah bin Ka'ab Ra menyebutkan Nabi Saw adalah Bapak bagi orang beriman.

ٱلنَّبِىُّ أَوْلَىٰ بِٱلْمُؤْمِنِينَ مِنْ أَنفُسِهِمْ ۖ وَأَزْوَٰجُهُۥٓ أُمَّهَٰتُهُمْ

Nabi itu (hendaknya) lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri dan isteri-isterinya adalah ibu-ibu mereka. (QS. Al-Ahzab Ayat 6)

Dan lanjutan ayat, Isteri-isteri Beliau Saw adalah ibu orang yang beriman. Maka menurut Syekh Ibnul Qayyim semua para Mursyid selaku pewaris Nabi merupakan Abur Ruh bagi murid-muridnya. Inilah ajaran tasawuf yang benar-benar berdasarkan Qur'an.

Murid terbagi dua, shidiq dan kadzib. Murid yang Shidiq ruhnya terlahirkan kembali.

@MK_IDRISIYYAH